Dirut PT LIB Kecam Pembakaran Kantor PSS Sleman

Jauh Hari Wawan S - Sepakbola
Senin, 29 Nov 2021 14:17 WIB
Bos PT Liga Indonesia Baru, Akhmad Hadian Lukita.
Dirut PT Liga Indonesia Baru, Akhmad Hadian Lukita, mengutuk pembakaran kantor PSS Sleman. (Foto: detikcom/Muhammad Robbani)
Sleman -

Dirut PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita mengecam keras tindakan pembakaran kantor PSS Sleman, 'Omah PSS'. Menurut pria yang sering disapa Luluk itu, aksi ini tak pantas dilakukan.

"Sejujuranya saya menyesalkan saya tadi lihat di Instagram. Kalau boleh saya kecam itu kelakuan yang sangat-sangat pengecut tidak pantas dilakukan," kata Luluk saat ditemui wartawan di Sleman, Minggu (28/11/2021).

Luluk kemudian mengatakan jika aksi itu tidak mungkin dilakukan oleh suporter melainkan perusuh. Oleh karena itu, Luluk meminta agar pelaku ditangkap dan dihukum.

"Saya kira itu bukan suporter itu perusuh, itu kejahatan. Harus dihukum, tangkap. Dan itu jangan dilakukan oleh siapapun kalau betul-betul mencintai sepakbola Indonesia," tegasnya.

Sebelumnya, kantor manajemen PT Putra Sleman Sembada (PSS) yakni 'Omah PSS' dibakar. Diduga pembakaran dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab sore ini.

Berdasar video yang diunggah oleh sejumlah akun Instagram, aksi pembakaran tersebut dilakukan seorang diri. Nampak pelaku pembakaran tertangkap closed circuit television (CCTV).

Dari video itu, pelaku menggunakan pakaian serba hitam. Ia dengan santai masuk dan kemudian menyiramkan cairan diduga bensin ke meja, kursi, serta lantai. Kemudian ia menyalakan korek dan sejurus kemudian api membakar.

Pembakaran itu diduga dilakukan seusai tim berlogo Candi tersebut menelan kekalahan dari Persita Tangerang, Minggu (28/11).

Kanit Reskrim Polsek Ngaglik AKP Budi Karyanto saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu.

"Iya, Minggu sekira pukul 17.30 WIB di Omah PSS dusun Randu Gowang, Sariharjo, Ngaglik, Sleman datang orang yang tidak di kenal mencoba membakar omah PSS," kata Budi saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (28/11/2021).

Dijelaskan Budi, saat kejadian di lokasi ada 3 orang yang berada di Omah PSS menonton pertandingan PSS melawan Persita dengan menggunakan ponsel. Kemudian datang empat orang menggunakan sepeda motor matik

"Kemudian 1 orang masuk, yang 1 berdiri dekat pintu gerbang dan yang 2 nunggu di luar," kata Budi.

Satu orang yang masuk itu membawa botol berisi cairan. Diduga cairan itu merupakan bensin.

"Satu orang yang masuk membawa 1 buah botol air mineral yang berisi bahan bakar diduga bensin yang diguyurkan ke meja dan lantai, kemudian dinyalakan pakai korek," kata dia.

(cas/ran)