ADVERTISEMENT

Asnawi dan Faris Ramli seperti Martin Keown dan Ruud van Nistelrooy

Muhammad Robbani - Sepakbola
Minggu, 26 Des 2021 18:20 WIB
Asnawi Mangkualam of Indonesia, left, gestures at Faris Ramli of Singapore after missing the penalty during the AFF Suzuki Cup 2020 semi-final second leg match between Indonesia and Singapore in Singapore, Saturday, Dec. 25, 2021. (AP Photo/Suhaimi Abdullah)
Asnawi dijauhkan pemain Singapura lain dari Faris Ramli yang habis gagal mengeksekusi penalti. (Foto: AP/Suhaimi Abdullah)
Jakarta -

Aksi Asnawi Mangkualam ke pemain Singapura dibanding-bandingkan dengan aksi Martin Keown. Mantan pemain Arsenal itu pernah memprovokasi Ruud van Nistelrooy.

Setelah Faris Ramli gagal mengeksekusi tendangan penalti buat Singapura, Asnawi langsung menghampiri dan mengucapkan sesuatu tepat di depan wajah pemain Singapura itu. Ia terindikasi mengucapkan 'terima kasih' dan menyentuh Faris Ramli yang sedang menyesali kegagalan mencetak gol.

Andaikata penalti Ramli jadi gol, Singapura sangat mungkin menyisihkan Indonesia dari Piala AFF. Tapi kegagalannya menjaga asa Skuad Garuda, yang kemudian berhasil menang di extra time semifinal leg kedua Piala AFF 2020, Sabtu (25/12).

Asnawi Mangkualam of Indonesia, second left, gestures at Faris Ramli of Singapore after missing the penalty during the AFF Suzuki Cup 2020 semi-final second leg match between Indonesia and Singapore in Singapore, Saturday, Dec. 25, 2021. (AP Photo/Suhaimi Abdullah)Aksi Asnawi Mangkualam ke Faris Ramli. Foto: AP/Suhaimi Abdullah

Aksi Asnawi kepada Faris Ramli bukan yang pertama kali terjadi dalam sebuah pertandingan sepakbola tensi tinggi. Laga Premier League 2003/2004 antara Manchester United Vs Arsenal, misalnya, yang juga pernah diwarnai aksi serupa.

Dalam laga di Old Trafford, Manchester, Setan Merah punya peluang memenangi pertandingan karena mendapat hadiah penalti di akhir waktu normal. Ruud van Nistelrooy maju sebagai algojo, tetapi tendangannya cuma membentur mistar gawang dan laga antara dua tim yang ketika itu jadi rival berat di Liga Inggris berakhir imbang 0-0.

Pemain Arsenal Martin Keown ketika itu bukan cuma memprovokasi, tapi juga melakukan kontak fisik ke Nistelrooy dengan menjatuhkan lengannya sambil meloncat. Peristiwa ini begitu dikenang mengingat drama, tensi, dan rivalitas antara kedua klub saat itu.

MANCHESTER, ENGLAND - SEPTEMBER 21:  Martin Keown of Arsenal shows his feelings at Ruud Van Nistelrooy of Man Utd after Van Nistelrooy missed his penalty during the FA Barclaycard Premiership match between Manchester United and Arsenal at Old Trafford on September 21, 2003 in Manchester, England. (Photo by Shaun Botterill/Getty Images)Teriakan Martin Keown ke Ruud Van Nistelrooy. Foto: Shaun Botterill/Getty Images

Momen klasik di Liga Inggris tersebut terkenang lagi saat Asnawi melakukan hal yang nyaris serupa. Baik Martin Keown (dulu) maupun Asnawi (semalam) sama-sama tak bisa menyembunyikan kegembiraan melihat pemain lawan gagal memanfaatkan peluang untuk membawa timnya menang di menit-menit akhir laga. Dari titik putih pula!

Menariknya, provokasi Asnawi juga menyita perhatian internasional. Akun kompilasi kumpulan aksi tak sportif pesepakbola, @FootyRustling, juga ikut mengunggah video Asnawi.

Akun dengan nama pengguna Football Shithousery meng-embed video dari akun resmi Piala AFF. Sudah 1,5 juta user menyaksikan video tersebut.


Dikutip dari urbandictionary, Shithousery memiliki banyak definisi. Mulai upaya mencari keuntungan seorang pemain buat timnya, ketidakberuntungan, atau bermain curang, yang erat kaitannya terjadi di sepakbola.

Simak video 'Indonesia Hajar Singapura di AFF, Pengamat: Stamina Pemain Kita Luar Biasa':

[Gambas:Video 20detik]



(krs/mrp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT