Ibunda Cerita Masa Kecil Kiper Timnas Indonesia Nadeo Argawinata

Andhika Dwi - Sepakbola
Senin, 27 Des 2021 23:15 WIB
Nadeo Argawinata saat membela SMA 8 Kediri
Perjalanan Nadeo Argawinata hingga menjadi kiper timnas Indonesia (Foto: detik.com/Andhika Dwi)
Kediri -

Nadeo Argawinata menjadi pahlawan Indonesia saat menepis penalti di Leg kedua semifinal Piala AFF 2020. Seperti apa masa kecil Nadeo hingga bisa seperti saat ini?

Nadeo menyelamatkan Indonesia Indonesia saat menghadapi Singapura pada laga Leg kedua semifinal Piala AFF 2020 di National Stadium Singapore Sabtu (25/12/2021). Ia bisa menepis penalti Faris Ramli di menit akhir laga saat kedudukan imbang 2-2. Di perpanjangan waktu, Tim Garuda kemudian bisa memastikan kemenangan 4-2 untuk melaju ke final.

Nama kiper 24 tahun langsung dielu-elukan para pecinta sepakbola Indonesia. Untuk menjadi seperti saat ini butuh perjuang keras dari Nadeo.

Ibunda Nadeo Argawinata Ninuk Indahsari menceritakan perjuangan dan kecintaan putranya terhadap sepak bola. Sebelum menjadi kiper seperti saat ini, Nadeo belajar sepakbola di SSB Macan Putih.

Bahkan Nadeo kecil sangat disiplin dan memiliki kemauan kuat dalam hal berlatih sepak bola. Seringkali saat berlatih di SSB, Nadeo sering murung dan bete ketika telat datang. Oleh karena itu ia selalu datang 30 menit atau 1 Jam sebelum latihan dimulai.

Masa kecil Nadeo Argawinata saat membela SSB Macan PutihMasa kecil Nadeo Argawinata saat membela SSB Macan Putih Foto: detik.com/Andhika Dwi

"Sejak kecil anak saya selalu memiliki disiplin dan kemauan kuat dalam berlatih sepak bola, apalagi jika datang terlambat. Makanya dia selalu datang lebih awal dan berlatih. Itu dimulai sejak ia berusia 9 atau 12 Tahun," kata Ninuk. Senin (27/12/2021).

Kariernya mulai melejit saat dia dipanggil Timnas U-19 di tahun 2015. Selanjutnya di tahun 2019 bergabung dengan tim Borneo FC dan kariernya terus menanjak ketika Bali United meminangnya.

Bagi Ninuk, Nadeo selalu bahagia saat bermain sepakbola. Tak cuma bermain bola, Nadeo punya jadwal teratur salah satunya mengaji. Nadeo sejak kecil tahu kapan harus membagi waktu antara bermain, belajar, sepakbola. dan istirahat.

"Dia memiliki semangat dan kecintaan yang luar biasa terhadap sepak bola sangat besar, mungkin itu yang membuat ia bisa dipanggil oleh AFF, selain karena kemampuannya bermain sepak bola, dia bisa menjadi pria dan pemain yang tegas tanggung jawab dan disiplin," imbuh Ninuk.

Sebelum detikSport berpamitan dari kediaman Nadeo di Jln. Raya Tawang, Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. Ibunda Nadeo menitipkan pesan dan harapan bagi putra semata wayangnya dan teman satu timnya.

"Saya berharap tetap semangat, bawa nama baik Indonesia meraih kemenangan, jaga kesehatan dan bersatu, selalu membanggakan orang tua dan rakyat Indonesia. Terakhir, anakku jaga diri jangan sombong, tetap rendah hati, karena kesombongan akan menjatuhkan diri sendiri," pungkas Ninuk.



Simak Video "Momen Diego Michiels Ramal Tendangan Penalti Singapura: Sini Nadeo, Kiri"
[Gambas:Video 20detik]
(pur/aff)