Kurniawan Senang Merah Putih Bisa Berkibar Lagi di Ajang Internasional

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Selasa, 18 Jan 2022 20:35 WIB
Kurniawan Dwi Yulianto
Kurniawan Dwi Yulianto senang sanksi WADA untuk Indonesia dicabut bulan depan (Istimewa)
Jakarta -

Bendera Merah-Putih bisa segera berkibar lagi di kancah internasional. Legenda Timnas Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto menyambut gembira.

Indonesia tak bisa mengibarkan bendera kebanggaannya setelah ada sanksi Badan Doping Dunia (WADA) tahun lalu. Ini dikarenakan LADI lalai dalam memenuhi kewajibannya terkait tes doping.

Tapi, karena kerja keras Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Tim Satgas Percepatan Sanksi WADA yang dipimpin Raja Sapta Oktohari, sanksi itu kabarnya akan diangkat Februari nanti.

Hal ini tak lepas dari kinerja Satgas yang intens menjalin komunikasi dengan WADA. Alhasil, sanksi yang awalnya setahun pun bisa dipangkas menjadi hanya kurang dari enam bulan.

Inilah yang membuat Kurniawan sebagai mantan pemain Timnas Indonesia era 90-an senang bukan main. Sebab, dia sempat sedih ketika bendera Indonesia tidak bisa dikibarkan saat tampil di Piala AFF 2020.

Apalagi mengibarkan Merah-Putih adalah kebanggaan bagi setiap atlet Indonesia di event besar.

"Pertama-tama Alhamdulilah karena pada akhirnya semua atlet Indonesia bisa mengibarkan bendera Merah Putih di segala event. Sebab bagi kami mantan atlet dan juga atlet sekarang, berkibarnya bendera Merah Putih adalah sesuatu yang bisa memotivasi para atlet, suatu kebanggaan yang tidak ada duanya," kata Kurniawan yang baru saja dipercaya akan menjadi Asisten Pelatih Klub Serie B Como 1907 dalam rilis kepada detikSport.

Pria yang juga akrab disapa Si Kurus ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah dengan gigih memperjuangkan bebasnya sanksi tersebut.

"Terima kasih semua pihak yang sudah bekerja keras memperjuangkan akhirnya bendera Merah Putih bisa berkibar kembali," sambungnya.

Terakhir, pria kelahiran Magelang 13 Juli 1976 itu meminta Indonesia ke depannya tidak lalai lagi dalam menjalankan kewajiban soal tes doping, terutama LADI dan Kemenpora. Sebab, insiden seperti ini sudah bikin malu nama bangsa di mata internasional sekaligus mencederai para atlet yang sudah berjuang mati-matian.

"Ini mudah-mudahan menjadi pelajaran terakhir, agar kita ke depannya selalu mematuhi dan menjalankan apa yang menjadi prosedur tentang doping ini. Sehingga tidak ada lagi sanksi-sanksi seperti ini," tutup Kurniawan Dwi Yulianto.

(mrp/bay)