Sanksi Bagi Yang Menolak Timnas
Kamis, 11 Mei 2006 10:07 WIB
Jakarta - Bagi pemain yang berniat menolak masuk timnas harus berpikir dua kali. Pasalnya, PSSI khususnya Badan Tim Nasional (BTN) telah menyiapkan sanksi bagi pemain yang mengabaikan panggilan untuk bergabung dengan tim nasional. Boaz Solossa cs bakal dapat sanksi?Intinya, tidak mempedulikan panggilan untuk membela tim Merah Putih sudah pasti bakal menerima hukuman. Bagi pemain yang mengabaikan panggilan tersebut, PSSI telah menyiapkan sejumlah sanksi. Salah satu sanksi yang bakal dijatuhkan kepada pemain yang mbalelo itu, dilarang bermain sepak bola di lingkungan PSSI dalam jangka waktu tertentu. "Sebelumnya sudah pernah ada yang kena sanksi karena tidak mau membela tim nasional (timnas). Saya lupa siapa nama pemain itu. Yang saya ingat kejadiannya sekitar tahun 1991. Dia kami diskors selama setahun," kata Nugraha Besoes, Sekjen PSSI di Senayan.Ditegaskan Nugraha, pemberian sanksi untuk pemain yang enggan membela timnas bukan sebuah hal yang baru di Indonesia. Apalagi hal tersebut sudah diatur di dalam Pedoman Dasar PSSI pasal 36, setiap pemain yang tidak mau mengikuti pemusatan latihan serta membela timnas akan dikenai sanksi. Sanksi tersebut juga bisa dikenakan kepada klub. Karena itu Nugraha meminta kepada ke-24 calon pemain Timnas U-23 yang akan mengikuti seleksi terakhir di Senayan, hari ini, untuk mematuhi pedoman dasar tersebut. Mulai Kamis (11/5/2006) ini, pemain-pemain yang dinyatakan lolos seleksi tidak boleh lagi membela klubnya. Mereka harus berkonsentrasi di pemusatan latihan menjelang Asian Games 2006. Nugraha juga meminta kesadaran klub untuk tidak menahan pemainnya, walau pemain yang direkrut adalah pemain inti di klub bersangkutan. Boaz Solossa cs terancam sanksi?Pemain yang lebih memilih membela klub daripada Timnas U-23, adalah Boaz Solossa (Persipura), Hamka Hamzah, Agus Indra Kurniawan (Persija), Saktiawan Sinaga, Mahyadi Panggabean (PSMS) dan Maman Abdurachman (PSIS). Mengenai sanksi yang bakal dijatuhkan PSSI kepada pemain-pemain yang membangkang, Nugraha mengatakan harus mengonsultasikannya dengan BTN. "Kami harus mendengar masukan dari BTN, apakah kesalahannya masih bisa dimaafkan atau tidak. Tetapi, kami akan bertindak tegas kepada setiap pemain yang tidak punya rasa nasionalis," katanya. Sementara itu Direktur BTN Ibnu Muzir menjelaskan bahwa pemusatan latihan jangka panjang yang diterapkannya sekarang merupakan target jangka pendek BTN menjelang AG 2006 dan SEA Games 2007. Target jangka panjang BTN, adalah melahirkan pemain-pemain tangguh melalui kompetisi yang tertata dan terlaksana secara profesionalIbnu memahami jika pemusatan latihan jangka yang diterapkannya itu bakal berbenturan dengan kepentingan klub. Namun, untuk kondisi sekarang, Ibnu meminta pemain dan klub untuk lebih mendahulukan kepentingan nasional."Kalau karena membela timnas tidak bisa membela klub, itu konsekuensi. Konsekuensi itu harus dipatuhi pemain dan klub," tandas Ibnu. Foto: Boaz Solossa (afc) (erk/)











































