J.League Komentari Kepindahan Pratama Arhan ke Tokyo Verdy

ADVERTISEMENT

J.League Komentari Kepindahan Pratama Arhan ke Tokyo Verdy

Muhammad Robbani - Sepakbola
Senin, 21 Feb 2022 17:00 WIB
Pemain Timnas Indonesia Pratama Arhan berselebrasi bersama rekannya setelah berhasil mencetak gol ke gawang Timnas Timor Leste dalam pertandingan sepak bola Leg 1 FIFA Matchday di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (27/1/2022). Indonesia menang atas Timor Leste dengan skor 4-1. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/hp.
Pratama Arhan (Antara FOTO)
Jakarta -

Pihak J.League mengomentari perekrutan pemain muda Indonesia Pratama Arhan ke Tokyo Verdy. Pemain yang dibesarkan PSIS Semarang itu dinilai punya potensi.

Pratama Arhan kabarnya dikontrak Tokyo Verdy yang bermain di J.League 2 (divisi kedua di Jepang) dengan durasi dua musim. Kepindahan Arhan diumumkan Tokyo Verdy, PSIS, dan sang pemain sendiri pada, Rabu (9/2/2022).

Kabar ini terbilang mengejutkan mengingat tak pernah ada rumor sebelumnya. Meski sebenarnya Arhan sudah dihubung-hubungkan dengan klub-klub dari J.League dan K League.

Setelah kepindahan ini, Tokyo Verdy bicara mengenai potensi Arhan di J.League. Pemain dari Asia Tenggara, khususnya Indonesia, dinilai punya potensi yang besar dari segi teknis dan pasar.

"Asia Tenggara itu ada potensinya dan banyak orang yang dari awal sangat menyukai sepakbola. Jadi antusias sekali, ya. Seperti, antusiasmenya untuk sepak bola Eropa dan Amerika latin, bukan?" kata Vice Chairman J.League Hiromi Hara di akun Youtube resmi kompetisi.

"J.League ini ya ingin menjadi liga utama di Asia sebenarnya. Pertama karena para pemain yang mempunyai bakat berkiprah di negaranya, kami minta datang ke J.League untuk berkiprah di J.League lalu setelah itu bisa juga ke Eropa atau ke Amerika Latin, misalnya. Kami ingin membuat alur yang seperti itu sebenarnya," ujarnya menambahkan.

Apa yang dikatakan Hiromi Hara mengacu ke program yang diusung J.League lewat 'Asia Strategy'. Ada 8 negara mitra yang bekerjasama dengan J.League Thailand, Vietnam, Myanmar, Cambodia, Singapore, Indonesia, Malaysia, dan Qatar.

Misi dari 'Asia Strategy' itu adalah memajukan sepakbola Asia lewat J.League. Pemain dari negara mitra J.League tidak dianggap sebagai pemain asing sehingga tak mengurangi kuota pemain asing di suatu klub.

"Saya pikir tak peduli dari negara mana, kewarganegaraan tak ada hubungannya. Jika dia pemain bagus, ya pasti akan datang. Seperti Chanathip yang ada di Sapporo atau Theerathon yang ada di Yokohama F. Marinos," tutur Hiromi Hara.

"Pemain yang memiliki dribble cepat, kecepatan yang luar biasa, atau bek sayap yang memiliki kelincahan atau lini tengah seperti mereka. Banyak pemain yang memiliki potensi yang sangat bagus ya jika dilihat-lihat," ucapnya.

(aff/raw)

ADVERTISEMENT