Ada Robot Trading Sampai Situs Judi di Liga 1, Bagaimana Sikap PT LIB?

Muhammad Robbani - Sepakbola
Senin, 11 Apr 2022 17:30 WIB
Pesepak bola Madura United Bayu Gatra (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Persija Jakarta Novri Setiawan (kiri) saat pertandingan Liga 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (17/3/2022). Madura United berhasil mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 3-1. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/foc.
Persija Jakarta dan Madura United dua klub yang disposori robot trading. (Foto: ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Jakarta -

Sponsor robot trading, situs judi, dan rokok, marak di Liga 1 2021. PT Liga Indonesia Baru (LIB) pun merancang aturan sponsor untuk kompetisi musim depan.

Perusahaan robot trading yakni Viral Blast Global menjadi mitra empat klub Liga 1. Logo mereka terpampang di seragam Madura United, Bhayangkara FC, Persija Jakarta, dan PSS Sleman.

Keterlibatan robot trading di Liga 1 semakin kuat setelah Owner Viral Blast Global Zainal Hudha Purnama kemudian menjadi Manajer Madura United. Meski hal itu cuma berjalan sekitar dua bulan karena yang bersangkutan mengundurkan diri kala muncul suara-suara dari korban penipuan.

Meski Zainal sudah mengundurkan diri, Madura United pada akhirnya tetap terkena getahnya. Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bakal memeriksa Laskar Sape Kerab terkait aliran dana perusahaan robot trading ke klub mereka.

Hal ini tentunya menjadi noda tersendiri buat Liga 1 yang sudah susah payah dijalankan di masa pandemi COVID-19. PT LIB mengimbau kepada klub untuk lebih waspada agar tak terlibat masalah yang sama musim depan.

"Mungkin pada saat sebelum heboh kita semua juga tidak ngeh apa yang sedang terjadi karena tidak ikut aktif dalam bisnis tersebut. Klub-klub pun juga demikian," kata Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita, kepada detikSport.

"Jadi ke depannya kita semua harus lebih teliti lagi sebelum menerima aliran dana," ujarnya mengimbau.

Persija menjadi salah satu yang duluan bereaksi saat mencuatnya kasus penipuan yang dilakukan Viral Blast. Setelah melakukan review kerja sama, Persija akhirnya memutus sementara hubungan mereka.

"Pastinya manajemen akan me-review kontrak kerjasama sponsor ya. Menunggu hasil dari direktorat komersial," kata Presiden Persija Mohamad Prapanca, kepada detikSport, pada pertengahan Februari lalu.

Tak lama berselang, Persija mengumumkan secara resmi bahwa mereka tak lanjut kerja sama dengan Viral Blast. Logo perusahaan trading sudah tak nampak dalam backdrop konferensi pers dan iklan board di lapangan, meski masih nampang di jersey Persija.

Tapi bukan tidak mungkin Persija dan dua klub lainnya akan ikut diperiksa Bareskrim Polri. Apa yang menimpa Madura United juga mungkin akan dialami Persija, Bhayangkara, dan PSS.

Sponsor rumah judi dan rokok

Selain itu, masalah lama sponsor rumah judi dan rokok masih mewarnai jalannya liga musim lalu. SBOTOP menjadi sponsor Tira Persikabo, sementara tagline 'Pria Punya Selera' yang identik dengan perusahaan rokok nampang di jersey Persib Bandung.

Dua isu ini sudah ramai menjadi bahasan sejak Liga 1 2020. Sebenarnya regulasi dan statuta PSSI tak ada pembahasan soal pembatasan/larangan sponsor tertentu.

Tapi menyertakan sponsor berbau rokok melanggar undang-undang negara soal rokok, minuman beralkohol dan situs judi. PT LIB kemudian sempat membuat surat edaran agar klub mematuhi aturan negara, tapi Tira Persikabo dan Persib tetap lanjut kerja sama dengan SBOTOP dan 'Pria Punya Selera'.

"Saat ini masih diskusi awal, Nanti kami cek regulasi yang terkini karena belum dirilis federasi (PSSI)," ujar Lukita pengetatan aturan sponsor di Liga 1 musim depan.

"Soal sponsor menjadi pembahasan bersama-sama (PSSI & PT LIB). Soal marketing ada regulasi turunannya," ucapnya.



Simak Video "Menpora Pastikan Polri Izinkan Liga 1 Digelar 27 Agustus"
[Gambas:Video 20detik]
(cas/krs)