Klub DIY Minta BLI Stop Kompetisi

Gempa di Yogyakarta

Klub DIY Minta BLI Stop Kompetisi

- Sepakbola
Rabu, 31 Mei 2006 23:01 WIB
Solo - Musibah gempa bumi yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga mempengaruhi roda kompetisi Liga Indonesia. Klub-klub asal DIY mengajukan permohonan pada BLI untuk menghentikan kompetisi di daerah tersebut.Selain kondisi beberapa stadion yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi hari Sabtu (27/5/2006) lalu, adalah soal pendanaan klub yang menjadi masalah besar yang dihadapi klub-klub kota gudeg itu.Pasalnya klub bisa menjalani kompetisi karena mendapat sokongan dana dari APBD. Namun dengan kondisi Yogyakarta yang luluh lantah dan butuh banyak perbaikan, pihak klub merasa tidak etis menggunakan dana APBD sementara masyarakat setempat sangat membutuhkannya.Dan saat wakil dari klub Yogyakarta mengadakan pertemuan dengan Badan Liga Indonesia (BLI) seputar kelanjutan roda kompetisi di propinsi itu, permohonan untuk menstop kompetisi hingga kondisi kembali kondusif pun diajukan. Dalam pertemuan yang diadakan di Solo, Rabu (31/5/2006), itu pihak BLI diwakili Andi Darussalam dan Djoko Driyono, sementara pihak klub diwakili oleh PSS Sleman, PSIM Yogyakarta, dan Persiba Bantul."PSIM meminta kompetisi di DIY dihentikan. Saat ini klub didanai APBD, masak saat rakyat menderita, kita tetap main?" ungkap perwakilan PSIM, Nugroho Swasto ketika dihubungi detikcom via telepon.Hal senada juga terlontar dari manajer PSS Sleman Hendricus Mulyono dan manajer Persiba Bantul, Sudjono. Namun belum ada keputusan yang dibuat BLI terhadap permohonan dari klub-klub tersebut. Keputusan baru akan ditetapkan setelah BLI bertemu dengan PSSI. Saat ini Ketua BLI Nirwan Bakrie sedang berada di luar negeri. Diharapkan keputusan sudah keluar Juni.Disinggung mengenai konsekuensi yang mungkin diterima klub atas permohonan penghentian kompetisi, ketiga perwakilan klub itu punya sikap yang sedikit berbeda. PSS Sleman dan Persiba Bantul siap menanggung segala sanksi asal tak membuat mereka terdegradasi, sementara PSIM siap menerima segala putusan BLI termasuk degradasi dan pembatalan hasil Copa Dji Sam Soe (PSIM sudah memastikan diri masuk babak 32 besar)"Intinya, PSIM siap menerima apa pun keputusan BLI. Bahkan bila harus degradasi dan hasil Coppa Indonesia dibatalkan," seru Swasto. (din/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads