Menpora: PSSI dan PT LIB Harus Usut Tewasnya 2 Bobotoh

Yanu Arifin - Sepakbola
Sabtu, 18 Jun 2022 20:00 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyampaikan keterangan pers menjelang pertandingan terakhir Liga 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (31/3/2022). Menpora Zainudin Amali mengapresiasi suksesnya pelaksanaan Liga 1 2021/2022 pada masa pandemi COVID-19 dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/rwa.
Menpora Zainudin Amali. (Foto: ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Jakarta -

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali angkat suara soal tewasnya dua bobotoh di Piala Presiden 2022. Ia meminta PSSI dan PT LIB mengusutnya.

Laga Persib Bandung vs Persebaya Surabaya di Stadion GBLA, Jumat (17/6/2022) menghadirkan kabar duka. Dua Bobotoh, sebutan fans tuan rumah, tewas akibat berdesakan.

Kejadian itu disinyalir karena suporter yang membludak berdesakan untuk masuk ke dalam stadion. Sempat dibawa ke rumah sakit, dua fans yang berasal dari Bogor dan Bandung itu meregang nyawa.

Lagi dan lagi nyawa hilang dari sepakbola Indonesia.

Kejadian ini membuat Menpora Zainudin Amali bereaksi. Politikus Partai Golkar itu meminta PSSI dan PT LIB, selaku Steering Committee [SC] dan Organising Committee [OC] ajang Piala Presiden 2022, mengusutnya.

Saya turut berduka cita atas meninggalnya penonton sepakbola di Bandung, saat menonton pertandingan Persib vs Persebaya. Tentu kita prihatin atas kejadian ini. Padahal, pertandingan sepakbola baru saja diizinkan dihadiri penonton langsung di stadion," katanya, dalam rilis yang diterima detikSport.

"Saya meminta kepada PSSI & PT LIB untuk melakukan investigasi terhadap insiden ini. Selain itu, harus segera dievaluasi tentang SOP [Standard Operating Procedur] berlaku di stadion ketika itu, sekaligus melihat lagi pelaksanaan di empat stadion yang sudah berlangsung selama ini," katanya.

Lebih lanjut, Menpora Zainudin Amali meminta kejadian ini tak terulang lagi. Pemerintah akan menunggu laporan dari PSSI dan PT LIB.

"Koordinasi dengan pihak terkait, khususnya dengan pihak keamanan, lebih diintensifkan lagi. Pemerintah akan menunggu laporan resmi dari PSSI & PT LIB. Tidak boleh ini terulang lagi, karena pertandingan masih banyak yang harus dilakukan. Kesiapan panitia daerah juga harus dipastikan pada setiap pertandingan," katanya.

(yna/bay)