ADVERTISEMENT

PSSI Ingatkan Pembakar Flare Bisa Diidentifikasi dan Terancam Sanksi

Muhammad Robbani - Sepakbola
Selasa, 05 Jul 2022 05:30 WIB
Suporter Tim Nasional Indonesia U-19 menyalakan suar (flare) saat melawan Tim Nasional Vietnam U-19 dalam laga penyisihan Grup A Piala AFF U-19 2022 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (2/7/2022). Skor pertandingan berakhir seri 0-0. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.
Foto: ANTARA /Aditya Pradana Putra
Bekasi -

Suporter yang melakukan pembakaran flare dan petasan diminta waspada. Sebab, identitasnya bisa terungkap dan dijatuhi sanksi.

Laga Timnas Indonesia vs Vietnam U-19 di Piala AFF U-19 diwarnai nyala flare di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (2/7/2022). Terlihat suporter menyalakan petasan jelang laga tuntas.

Keberadaan flare di laga itu dikecam banyak pihak. PSSI, hingga pelatih Shin Tae-yong, menilai nyala petasan malah menimbulkan banyak masalah, dari denda hingga bikin pemain kurang fokus.

PSSI, melalui Ketua Divisi Pembinaan Suporter, Budiman Dalimunthe, menyebut pihaknya akan serius mencegah insiden serupa terulang. PSSI juga disebut takkan segan menjatuhkan sanksi ke pelaku.

Budiman mengatakan, di era penjualan tiket online, identitas penonton bisa dilacak. Berkaca ke luar negeri, pelaku pelanggaran bisa kena banned alias larangan masuk ke stadion selama periode tertentu.

"Kami meminta komunitas untuk menjaga dan mengawasi. Di tribune selatan dan utara sudah ditangkap, mungkin di lain waktu bisa diidentifikasi. Tiket beli kan pakai identitas, NIK segala macam, Itu gunanya tiket hanya boleh untuk 1 orang. Nanti seat number juga bakal ada," kata Budiman Dalimunthe, saat ditemui detikSport di Stadion Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi, Senin (4/7/2022).

"Saya belum cek, pelaku yang kemarin baru sekadar ditangkap dan diusir. Berikutnya kami akan ketemu dengan teman komunitas akan kami kasih peringatan, atau hukuman," ujarnya.

Budiman memperingatkan, pelaku pelanggaran akan rugi sendiri jika mengulang kesalahan yang sama. Selain membuat malu komunitasnya, pelaku juga terancam hukuman lewat undang-undang larangan mengganggu ketertiban umum.

"Kejadian berikutnya kami akan koordinasi dengan teman-teman pengamanan. Bisa diinformasikan juga ke semua tiket provider yang bekerja sama dengan PSSI atau sampai ke klub-klub juga," tutur Budiman.

"Jadi akan lebih susah, apalagi akan ada UU Keolahragaan. Yang seperti ini harus dapat punishment sehingga akan terkucilkan. Itu kontrol sosial," ucapnya.

(yna/yna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT