ADVERTISEMENT

Buntut Vietnam Vs Thailand: Indonesia Mau Pindah dari AFF ke EAFF?

Muhammad Robbani - Sepakbola
Rabu, 20 Jul 2022 17:18 WIB
Logo PSSI
Foto: dok. detikcom
Jakarta -

Ada saran agar Indonesia meninggalkan Federasi Sepakbola ASEAN (ASEAN Football Federation) alias AFF, buntut dari tudingan main mata di laga Vietnam Vs Thailand. PSSI angkat bicara.

Setelah Timnas Indonesia U-19 tersingkir dari Piala AFF U-19 2022, PSSI sudah meminta keterangan resmi dari AFF karena menganggap duel Vietnam Vs Thailand tidak fair play.

Hasil 1-1 dalam duel Vietnam Vs Thailand di fase grup membuat kedua tim ke semifinal, sedangkan Indonesia kandas karena cuma bisa finis ketiga. Skor itu memunculkan tudingan main mata.

Pada prosesnya, ada yang menyarankan agar Indonesia cabut dari AFF dan pindah ke EAFF, Federasi Sepakbola Asia Timur. Rupanya PSSI juga sudah membuka komunikasi dengan EAFF.

"Pastinya akan kami diskusikan dengan matang ya. Terima kasih netizen untuk sarannya karena itu bukti kecintaan kepada tim nasional kita ya," kata Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan kepada wartawan.

"Tapi harus kami mendiskusikan dengan matang, karena kami tidak memutuskan langsung. Kami harus menghitung untung-ruginya, jadi kami hitung cost benefitnya," ujarnya menambahkan.

"Kami sudah menyampaikan lewat Sekjen (PSSI, Yunus Nusi) dan mereka (EAFF) senang saja kalau kita masuk, Tapi kami ya mau menghitung dulu. Karena meski (laga) AFF bukan resmi dari FIFA, kalau pertandingan ya jadi kami tidak bisa ambil pemain dari luar tetapi kita sering bertanding kan," katanya lagi.

AFF Belum Tanggapi Laporan PSSI

Sampai saat ini belum ada jawaban dari AFF terkait laporan PSSI. Federasi mengirim surat protes ke AFF sebagaimana mereka laporkan pada 11 Juli lalu.

Jawaban AFF padahal sangat ditunggu terkait laga itu. PSSI bahkan sampai menekankan Timnas Indonesia akan melakukan hal serupa di masa mendatang jika AFF menganggap apa yang terjadi di laga Vietnam vs Thailand sebagai hal biasa.

"Kami masih menunggu, AFF kemarin masih sibuk kan. Kami menunggu saja, kami ingin hasil yang terbaik dari AFF untuk bisa melihat pembelajaran," ucap Iriawan.

"Kalau kami melihatnya tetap ada sesuatu ya, makanya kami tanyakan apa sebelumnya itu direncanakan atau memang tiba-tiba kejadian seperti tersebut. Yang jelas itu tidak pas lah dilakukan oleh skuad tim yang katanya terbagus dan kuat (di ASEAN)," tuturnya.

(krs/cas)

ADVERTISEMENT