Kesan Pemain Bali United Dilatih Potter si Manajer Baru Chelsea

ADVERTISEMENT

Kesan Pemain Bali United Dilatih Potter si Manajer Baru Chelsea

Muhammad Robbani - Sepakbola
Jumat, 09 Sep 2022 18:38 WIB
Ostersund football clubs player Brwa Nouri (L) and head coach Graham Potter give a press conference on November 22, 2017 in Ostersund, Sweden, on the eve of their UEFA Europa League football match against FC Zorya Luhansk. / AFP PHOTO / TT NEWS AGENCY / Robert HENRIKSSON / Sweden OUT        (Photo credit should read ROBERT HENRIKSSON/AFP via Getty Images)
Brwa Nouri dan Graham Potter. Foto: AFP via Getty Images/ROBERT HENRIKSSON
Jakarta -

Seorang pemain Bali United pernah dilatih oleh Graham Potter, yang baru ditunjuk jadi manajer Chelsea. Ia pun mengisahkan kesannya terhadap Potter.

Adalah Brwa Nouri, gelandang asing Bali United, yang dulu pernah dilatih Potter semasa di klub Swedia, Ostersund. Potter menangani Ostersund periode 2011-2018.

Brwa Nouri sendiri memperkuat Ostersund pada kurun waktu 2014-2018. Artinya, Brwa Nouri menghabiskan waktu sekitar 4 musim di bawah arahan Graham Potter.

"Dia (Graham Potter) bukan hanya seorang pelatih sepakbola. Mungkin dia adalah salah satu pria terbaik yang pernah saya temui dalam hidup ini," kata Brwa Nouri, dalam pernyataannya yang dirilis Bali United.

"Dia sangat perhatian ketika berinteraksi dengan orang lain, membuatmu merasa diterima, dan akan mengembangkan dirimu," ujarnya menambahkan.

Keduanya juga punya hubungan yang baik. Brwa Nouri tercatat sebagai salah satu pemain andalannya di Ostersund dengan catatan bermain sebanyak 154 laga, mencetak 23 gol, dan 16 assist di seluruh kompetisi.

Bagi Brwa Nouri sendiri, Graham Potter punya peranan penting dalam kariernya. Ia mengaku sempat terjerumus ke hal-hal negatif, tapi akhirnya bisa keluar atas bantuan Graham Potter.

"Dia sangat berbakat di dalam banyak hal. Anda harus mengalaminya sendiri, tetapi bagi saya, dia luar biasa. Saya sangat bersyukur," tutur pemain yang memiliki caps bersama Timnas Irak itu.

"Setelah apa yang sudah saya lewati, seberapa dalam saya pernah lalui, saya tidak pernah menyangka bisa sampai di titik ini. Sangat sulit untuk diucapkan dengan kata-kata," ucapnya.

Bisa dibilang karier Brwa Nouri memang menjalani masa puncak dalam kariernya kala bermain untuk Ostersund. Di klub itu pula Nouri merasakan bermain di ajang Liga Europa dan tampil melawan klub-klub sekelas Galatasaray hingga Arsenal.

Timnas Irak pun melihat potensi itu pemain dari etnis Kurdi itu. Pada tahun 2016, Irak memanggilnya untuk ajang Kualifikasi Piala Dunia 2018.

(krs/yna)