Duka Tragedi Kanjuruhan: Suami Tewas, Istri Belum Ditemukan

ADVERTISEMENT

Duka Tragedi Kanjuruhan: Suami Tewas, Istri Belum Ditemukan

Erliana Riady - Sepakbola
Minggu, 02 Okt 2022 16:20 WIB
Motorists commute outside Kanjuruhan stadium the morning after a football match between Arema FC and Persebaya Surabaya in Malang, East Java on October 2, 2022. - At least 127 people died at a football stadium in Indonesia when fans invaded the pitch and police responded with tear gas, triggering a stampede, authorities said on October 2. (Photo by PUTRI / AFP) (Photo by PUTRI/AFP via Getty Images)
Duka Tragedi Kanjuruhan: Suami Tewas, Istri Belum Ditemukan (Foto: AFP via Getty Images/PUTRI)
Jakarta -

Tragedi Kanjuruhan telan ratusan korban jiwa. Ada kisah duka, sepasang suami istri asal Blitar yang jadi korban; suami tewas, istrinya belum ditemukan.

Tragedi Kanjuruhan pecah selepas laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10) malam WIB dalam lanjutan Liga 1. Persebaya menang dengan skor 3-2.

Para suporter Arema yang tidak puas lantas masuk ke lapangan. Laporan dari pihak kepolisian, beberapa suporter menyerang pemain dan offisial Arema sampai para pemain Surabaya.

Pihak kepolisian sempat menahan, tapi kericuhan makin tidak terbendung. Ditambah tembakan gas air mata ke tribun penonton, membuat para suporter berdesakan keluar stadion. Sampai akhirnya, ratusan korban jiwa meninggal dunia dikarenakan kebanyakan sesak nafas.

Ada beberapa cerita pilu yang menyayat hati dari Tragedi Kanjuruhan. Cerita sepasang suami istri dari Blitar yang berakhir tragis. Kepala Dinkes Pemkab Blitar Christine Indrawaty menceritakannya.

Ada sepasang suami istri warga Kedungrejo dalam Tragedi Kanjuruhan. Informasi yang dia terima sang suami dinyatakan meninggal, sedangkan istrinya belum ditemukan. Hanya saja, dia belum mendapatkan data lengkap nama korban.

"Ada dua orang yang diduga pasutri warga Kedungrejo. Ini yang pria meninggal, nah yang wanita belum diketemukan. Namanya kami juga belum tahu. Hanya dinyatakan sebagai warga Kabupaten Blitar begitu saja. Kami dapat infonya dari warga Kedungrejo. Kami belum mendapat informasi pasti yang ini," ujar Christine dikonfirmasi detikJatim, Minggu (2/10/2022).

Christine mengaku sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan upaya penjemputan. Baik untuk keluarga meninggal maupun yang terluka dan dalam kondisi sadar.

Pemkab Blitar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menyebut data sementara warganya yang menjadi korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang. Berdasarkan data tersebut ada 8 korban berasal dari Blitar. Sebanyak 5 di antaranya meninggal dan 3 lainnya dalam kondisi kritis.

Artikel ini sudah tayang di detikJatim, berita selengkapnya silakan baca di sini.

(aff/nds)

ADVERTISEMENT