Aremania Murka! Mau Gugat Panpel Arema Vs Persebaya

ADVERTISEMENT

Aremania Murka! Mau Gugat Panpel Arema Vs Persebaya

Deni Prastyo - Sepakbola
Senin, 03 Okt 2022 11:51 WIB
Gas Air Mata Tragedi Kanjuruhan: Aturan FIFA dan Penjelasan Polisi
Aremania berencana menggugat Panpel laga Arema FC vs Persebaya. (Foto: AFP via Getty Images/STR)
Jakarta -

Tragedi Kanjuruhan telah merenggut ratusan jiwa. Aremania siap menggugat panitia penyelenggara (panpel) pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Sebanyak 130 orang penonton meninggal dunia buntut kerusuhan usai pertandingan Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10). Bentrokan terjadi antara suporter yang masuk ke dalam lapangan dengan aparat keamanan yang mencoba membubarkan kerumuman.

Gas air mata ditembakkan dengan tujuan meredakan kericuhan. Penonton pun panik sehingga terjadi desak-desakan di pintu stadion yang berakhir tragis. Kejadian bisa dibilang sebagai insiden terburuk dalam sejarah sepakbola modern.

Kelompok suporter Singo Edan, Aremania, akan melayangkan tuntutan hukum terhadap Panpel pertandingan karena dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas kejadian ini. Aremania menuding ada "aktor" di balik insiden ini, sekaligus mendesak agar hukum ditegakkan secara adil.

"Harus ada yang bertanggung jawab. Siapapun itu namanya, Panpel atau siapa pun sampai terjadi insiden terbunuhnya Aremania harus ada yang bertanggung jawab," tegas salah satu perwakilan Aremania, Dersey saat aksi lilin keprihatinan di depan Stadion Gajayana, Minggu (2/10/2022).

"Karena tidak mungkin (terjadi) insiden seperti itu apabila tidak ada yang menggerakkan, dan kami betul-betul ingin proses hukum berjalan seadil-adilnya terhadap dulur-dulur kami yang telah meninggal," kata Dersey.

Dersey melanjutkan, bahwa dirinya bersama Aremania yang lainnya akan melayangkan guguatan terhadap Panpel berkaitan dengan insiden memilukan yang telah terjadi. Dia mengatakan bahwa keberlangsungan pertandingan Arema FC vs Persebaya sepenuhnya ada di tangan panpel. Aparat keamanan hanya membantu mengamankan pertandingan.

"(Menggugat) Panpel, karena yang bertanggung jawab adalah Panpel. Pada pertandingan itu perangkat keamanan itu hanya sekedar back up yang diminta oleh Panpel," ungkapnya.

"Panpel yang bertanggung jawab mulai izin, keamanan, pintu gerbang dibuka dan ditutup jam berapa sampai jam berapa. Ini kan kemarin pintu gerbang hanya satu, menurut informasi yang kami dapat, yang dibuka. Itu Panpel yang harus bertanggung jawab," lanjut Dersey.

Ia juga menjelaskan, pihaknya tidak akan mundur sampai ada pihak yang dinyatakan bertanggung jawab penuh atas kejadian di Stadion Kanjuruhan, Malang. Sampai mereka ditindak seadil-adilnya hingga ada penetapan tersangka. Dan siapa pun yang terlibat menyebabkan kejadian itu agar dibuka secara terang benderang dan disampaikan kepada masyarakat.

Soal adanya dugaan pelanggaran penggunaan gas air mata di Stadion Kanjuruhan, Dersey mengaku telah melakukan kajian bersama penasihat hukum untuk mencari langkah hukum yang tepat.

"Itu kami kaji bersama penasihat hukum. Karena jelas-jelas itu nyata, bahwa apa yang menjadi statuta FIFA setiap pertandingan di seluruh dunia tidak boleh menggunakan gas air mata. Kenapa itu terjadi di Kanjuruhan yang mengakibatkan terbunuhnya ratusan orang suporter Aremania? Maka itu juga bagian yang kami tuntut dan agar siapa pelaku atau yang memerintahkan terjadinya penembakan gas air mata harus diadili dan bertanggung jawab atas hilangnya nyawa dari saudara-saudara kami," ungkap Dersey.

Artikel ini telah tayang di detikJatim. Baca berita selengkapnya di sini.



Simak Video "Melihat Tribun 12, Saksi Bisu Mencekam Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/aff)

ADVERTISEMENT