Komisi X DPR: Semoga TGIPF Bisa Ungkap Tragedi Kanjuruhan

ADVERTISEMENT

Komisi X DPR: Semoga TGIPF Bisa Ungkap Tragedi Kanjuruhan

Tim Detikcom - Sepakbola
Selasa, 04 Okt 2022 01:05 WIB
Suporter Arema FC (Aremania) meletakan poster ketika melakukan pertemuan di depan Stadion Gajyana, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (3/10/2022). Dalam pertemuan tersebut mereka membahas mengenai gerakan aksi dan tuntutan agar tragedi Stadion Kanjuruhan diusut tuntas. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/hp.
TGIPF Tragedi Kanjuruhan diharapkan bisa mengungkap fakta kerusuhan (ANTARA FOTO/ZABUR_KARURU)
Jakarta -

Komisi X DPR RI mendukung dibentuknya Tim Gabungan Independen Pencari Fakta Tragedi Kanjuruhan. Diharapkan TGIPF bisa bekerja maksimal mencari titik terang dalam kasus ini.

Seperti diketahui, pemerintah langsung mengambil langkah cepat demi menuntaskan kasus kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan 125 orang usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Pemerintah membentuk tim yang terdiri dari sejumlah pihak baik dari pejabat pemerintahan, akademisi, pengamat, hingga perwakilan media massa.

Mengenai daftar namanya, Mahfud MD selaku Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) sudah mengumumkannya pada Senin (3/10/2022) sore tadi melalui jumpa pers virtual. Ia nantinya akan dibantu oleh Menpora Zainudin Amali sebagai wakil, Dr. Nur Rochman, mantan Dep. III Kemenko Polhukam, sebagai Sekretaris, serta 10 anggota.

Tim ini diberi waktu sebulan untuk mencari fakta-fakta yang terkait dengan Tragedi Kanjuruhan itu dan hasilnya diberikan kepada Presiden RI Joko Widodo. Langkah ini lantas diapresiasi oleh Komisi X yang memang membawahi bidang olahraga.

Komisi X berharap dibentuknya TGIPF ini bisa mengusut kasus tersebut sampai tuntas, tanpa intervensi politik.

"Semoga pemerintah dapat menolong keluarga para korban, dan semoga tragedi ini dijauhkan dari kepentingan politik," kata Anggota Komisi X DPR Elnino Mohi dalam keterangan persnya.

"Mudah-mudahan dengan dibentuknya TGIPF oleh pemerintah tersebut maka keadilan bisa ditegakkan," Politisi Partai Gerindra itu menambahkan.

Elnino menilai hasil investigasi tersebut kemungkinan bakal membuka persoalan teknis dalam penyelenggaraan pertandingan olahraga, khususnya sepakbola. Dalam kasus ini, PT LIB adalah operator liga yang mendapat tugas dari PSSI sebagai fedrasi.

"Ini mesti menjadi pelajaran bagi kita semua supaya tidak terulang di kemudian hari. Sebab, belakangan ini banyak spekulasi liar terkait peristiwa itu yang berujung pada saling menyalahkan antara satu pihak dengan pihak yang lain."

"Pada tingkat operasional liga, LIB membentuk panitia pelaksana yang bekerjasama dengan klub tuan rumah guna memastikan jalannya setiap pertandingan," jelasnya.

(mrp/bay)

ADVERTISEMENT