Nasib Miris Korban Tragedi Kanjuruhan: Wajah Melepuh-Kaki Patah

ADVERTISEMENT

Nasib Miris Korban Tragedi Kanjuruhan: Wajah Melepuh-Kaki Patah

muhammad aminudin - Sepakbola
Kamis, 06 Okt 2022 18:25 WIB
Police officers and soldiers stand amid tear gas smoke after clashes between fans during a soccer match at Kanjuruhan Stadium in Malang, East Java, Indonesia, Saturday, Oct. 1, 2022. Panic following police actions left over 100 dead, mostly trampled to death, police said Sunday. (AP Photo/Yudha Prabowo)
Nasib Miris Korban Tragedi Kanjuruhan: Wajah Melepuh-Kaki Patah (Foto: AP/Yudha Prabowo)
Jakarta -

Nur Saguwanto, salah satu suporter Arema FC ini jadi korban Tragedi Kanjuruhan. Wajahnya melepuh, kakinya patah.

Kepada detikJatim, Saguwanto bersyukur selamat dari Tragedi Kanjuruhan setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Meskipun, warga Desa Tegalsari, Kabupaten Malang tersebut kini masih tergolek lemas di tempat tidur rumahnya.

"Tiba-tiba ada tembakan gas air mata di tempat saya duduk. Setelah itu saya nggak ingat lagi," kenang Saguwanto saat ditemui wartawan di rumahnya, Kamis (6/10/2022).

"Saya baru sadar ketika hari Minggu pagi. Tahu-tahu sudah ada di RSUD Kanjuruhan. Mau telepon keluarga nggak bisa, karena pandangan mata kabur," tuturnya.

Saguwanto, korban selamat Tragedi KanjuruhanSaguwanto, korban selamat dari Tragedi Kanjuruhan (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)

Pemuda berusia 19 tahun itu mengaku, kaki kirinya pun alami luka patah. Selain itu, bagian wajahnya melepuh dan kedua matanya bengkak.

Ketika Tragedi Kanjuruhan pecah, Saguwanto berada di tribun 11. Sempat dirawat, Saguwanto akhirnya diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis. Ini karena ruangan tempat perawatan penuh sesak.

Kini, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang dipimpin Menkopolhukam, Mahfud MD masih terus mengusut Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10) malam WIB. 131 Korban meninggal dunia yang dinilai karena imbas tembakan gas air mata dan berujung kepanikan para suporter yang berhimpitan mau keluar dari stadion.

Beberapa titik pintu keluar stadion kabarnya terkunci sehingga para suporter sulit untuk keluar. Dari situlah banyak korban yang sesak nafas dan terinjak.

Artikel ini sudah tayang di detikJatim, silakan baca selengkapnya di sini.

(mua/aff)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT