Tragedi Kanjuruhan: Verifikasi Tahun 2020 dan Kelalaian PT LIB

ADVERTISEMENT

Tragedi Kanjuruhan: Verifikasi Tahun 2020 dan Kelalaian PT LIB

Tim detikcom - Sepakbola
Jumat, 07 Okt 2022 04:30 WIB
People pray for victims of Saturdays soccer match stampede in front of gate 13 the Kanjuruhan Stadium in Malang, Indonesia, Tuesday, Oct. 4, 2022. Indonesian police said Tuesday that the gates at the soccer stadium where police fired tear gas and set off a deadly crush were too small and could only accommodate two at a time when hundreds were trying to escape. (AP Photo/Achmad Ibrahim)
Pintu 13 Stadion Kanjuruhan, saksi bisu tragedi mematikan di sepakbola Indonesia. (Foto: AP/Achmad Ibrahim)
Jakarta -

PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) dianggap bersalah tak melakukan pemeriksaan terbaru terhadap kondisi Stadion Kanjuruhan. Kelalaian itu dinilai menyumbang andil dalam Tragedi Kanjuruhan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan enam tersangka dalam tragedi Kanjuruhan, Malang, yang sejauh ini menewaskan 131 orang. Sebelumnya Kapolri turut membeberkan fakta bahwa sebagian besar korban meninggal karena kekurangan udara alias asfiksia.

Kekacauan di Stadion Kanjuruhan, usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, diduga kuat dipicu oleh penembakan gas air mata secara berlebihan oleh pihak keamanan. Gas-gas yang ditembakkan ke arah tribune membuat kepanikan massal sehingga para suporter berebut keluar, sementara akses untuk meninggalkan stadion terbatas.

Dari enam tersangka yang sudah diumumkan Kapolri, salah satunya adalah Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita. Ia dianggap bertanggung jawab sebagai pimpinan operator kompetisi.

PT LIB dianggap lalai dalam hal verifikasi stadion Kanjuruhan, khususnya terkait keamanan penonton. Kepolisian menyebut verifikasi terakhir dilakukan pada 2020 silam dan ada sejumlah catatan yang belum diperbaiki.

"Bertanggung jawab untuk memastikan setiap stadion memiliki sertifikasi layak fungsi. Namun pada saat menunjuk stadion, persyaratan fungsinya belum mencukupi dan menggunakan hasil verifikasi tahun 2020," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Malang, Jawa Timur, Kamis (6/10/2022).

"Kita melakukan olah TKP. Berdasarkan hasil pendalaman, ditemukan bahwa PT LIB selaku penyelenggara Liga 1 tidak melakukan verifikasi terhadap Stadion Kanjuruhan."

"Verifikasi terakhir dilakukan pada tahun 2020 dan ada beberapa catatan yang seharusnya dipenuhi, khususnya terkait dengan masalah keselamatan bagi penonton."

"Di tahun 2022 tidak dikeluarkan verifikasi dan menggunakan hasil yang dikeluarkan pada tahun 2020 dan belum ada perbaikan terhadap catatan hasil verifikasi tersebut. Tentunya kelalaian tersebut menimbulkan pertanggungjawaban," ujar Sigit.

Selain Dirut PT LIB, lima tersangka lainnya meliputi ketua panitia pelaksana pertandingan, Security Officer, Kabag Ops Polres Malang, Danki 3 Polda Jatim, dan Kasat Samapta Polres Malang.



Simak Video "Survei Siapa Paling Bertanggung Jawab atas Tragedi Kanjuruhan: Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/rin)

ADVERTISEMENT