Tragedi Kanjuruhan: Dirut PT LIB Tersangka, Iwan Bule Komentar Begini

ADVERTISEMENT

Tragedi Kanjuruhan: Dirut PT LIB Tersangka, Iwan Bule Komentar Begini

Muhammad Robbani - Sepakbola
Jumat, 07 Okt 2022 15:17 WIB
Mochamad Iriawan menegaskan PSSI akan melakukan protes resmi ke AFF.
Ketum PSSI, Mochamad Iriawan, mengungkapkan respons Akhmad Hadian Lukita menjadi tersangka dalam tragedi Kanjuruhan. (Foto: dok.detikcom/Mercy Raya)
Jakarta -

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menanggapi penetapan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita sebagai tersangka Tragedi Kanjuruhan.

Lukita diumumkan sebagai tersangka oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat memberikan pernyataannya pada, Kamis (6/10/2022). Selain Lukita, ada lima orang lainnya yang juga ditetapkan sebagai tersangka.

PT LIB dianggap lalai dalam melakukan verifikasi Stadion Kanjuruhan. Disebutkan, kandang dari Arema FC itu terakhir kali diverifikasi pada 2020.

Iriawan yang bertindak sebagai ketua umum pun bereaksi terhadap penetapan Lukita sebagai tersangka. Mitranya dalam menjalankan kompetisi yakni PT LIB, dalam hal ini Lukita selaku pucuk pimpinan teratas operator, dinyatakan bertanggung jawab atas terjadinya Tragedi Kanjuruhan.

"Saya sudah mendengar tentang itu dan PSSI menghormati penetapan tersangka yang baru saja dibacakan Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo," kata Iriawan dalam pernyataan resminya.

Saat ini kompetisi Liga 1 ditangguhkan sementara setelah tewasnya 131 orang setelah menyaksikan laga Arema FC Vs Persebaya, Sabtu (1/10/2022). Presiden RI Joko Widodo meminta kepada stakeholder sepakbola terutama PSSI untuk membenahi standar safe and security pertandingan sepakbola.

Selain itu, Jokowi juga meminta dilakukan audit total seluruh stadion Indonesia. Semua stadion harus memenuhi standar keamanan untuk menciptakan terjaminnya keselamatan penonton dalam menyaksikan laga.

Sementara itu, saat ini belum ada kepastian kapan kompetisi akan dilanjutkan lagi. Tak cuma Liga 1, kompetisi Liga 2 juga ikut kena getahnya karena harus berhenti sementara waktu.

Simak juga video 'Yang Diketahui Sejauh ini Tentang Tragedi Kanjuruhan':

[Gambas:Video 20detik]



(cas/aff)

ADVERTISEMENT