Mahfud MD Ungkap Kacaunya Liga Indonesia, Beberkan Buktinya

ADVERTISEMENT

Mahfud MD Ungkap Kacaunya Liga Indonesia, Beberkan Buktinya

Tim Detikcom - Sepakbola
Rabu, 12 Okt 2022 11:20 WIB
Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) pimpinan Mahfud Md  memeriksa sejumlah pihak terkait tragedi Kanjuruhan. Hasilnya akan segera diserahkan ke Jokowi.
Menkopolhukam Mahfud MD mengungkap kacaunya pengelolaan Liga di Indonesia, ini buktinya. ( Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Menkopolhukam, Mahfud MD, mengungkap kacaunya pengelolaan Liga Indonesia. Temuan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan yang menjadi buktinya.

Tragedi Kanjuruhan pecah setelah Arema FC dikalahkan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022/2022. Pada 1 Oktober 2022, situasi Stadion Kanjuruhan tak terkendali hingga akhirnya polisi menembakkan gas air mata.

Akibatnya, ada sebanyak 132 orang yang menjadi korban jiwa pada tragedi Kanjuruhan. Enam tersangka sudah ditetapkan pihak Kepolisian, Dirut PT Liga Indonesia Baru Akhmad Hadian Lukita dan Panpel Arema FC Abdul Haris dua di antaranya.

TGIPF akhirnya dibentuk untuk menginvestigasi kejadian yang sebenar-benarnya. PSSI, PT LIB, dan Indosiar selaku pemegang hak siar sudah dipanggil untuk memberi keterangan.

Mahfud ditanya mengenai rekomendasi TGIPF usai melakukan pertemuan itu. Dia malah menggambarkan kacaunya pengelolaan Liga di tanah air.

"Rekomendasi TGIPF belum dikeluarkan, masih akan didiskusikan hari ini. Tapi bahwa terjadi saling menghindar dari tanggung jawab operasional lapangan seperti antara LIB, PSSI, Panpel, bahkan Indosiar menjadi bukti bahwa penyelenggaraan Liga agak kacau. Membahayakan bagi dunia persepakbolaan kita," kata Mahfud saat dimintai konfirmasi detikcom melalui pesan singkat, Rabu (12/10/2022).

Mahfud, yang juga Ketua TGIPF Tragedi Kanjuruhan, menuturkan saling lempar tanggung jawab terkait penyelenggaraan Liga merupakan akar masalah yang akan disusun oleh timnya. Mahfud mengungkapkan TGIPF sudah berdiskusi dengan Komnas HAM, dan Komnas HAM, kata Mahfud, juga tengah menyiapkan rekomendasi khas.

"Ini menjadi salah satu perhatian TGIPF untuk mencari akar masalahnya sebagai bahan untuk menyusun rekomendasi. Kita juga sudah mendiskusikan dan melakukan cross-check temuan dengan Komnas HAM. Ada kemungkinan Komnas HAM merekomendasikan sesuatu yang khas sesuai dengan kewenangannya. Apa itu? Nanti saja, biar Komnas HAM yang mengumumkan," kata Mahfud.

Selepas memberi pernyataan kemarin, Direktur Programing Indosiar Harsiwi Achmad menjelaskan jadwal pertandingan Liga 1 sudah disusun oleh PT LIB (Liga Indonesia Baru). Dia mengatakan jadwal juga telah dikoordinasikan dengan Indosiar selaku stasiun TV, termasuk jadwal siaran laga Arema FC versus Persebaya yang berujung Tragedi Kanjuruhan.

"Tapi sekali lagi, tadi kami menjelaskan jadwal tayang itu sudah disusun dari awal oleh PT LIB dikoordinasikan dengan Indosiar," kata Harsiwi setelah memberikan keterangan kepada TGIPF Tragedi Kanjuruhan di Kemenko Polhukam, Jakarta.

"Kemudian dalam perjalanannya pasti terjadi dinamika dan ending-nya memang PT LIB yang menentukan jadwal tayang. Kemudian Indosiar harus mengikuti jadwal tayang tersebut," kata dia menambahkan.

Pernyataan Harsiwi itu berbeda dengan keterangan PT LIB. Pihak operator liga menyebut stasiun TV yang meminta pertandingan tetap digelar malam hari.

Sementara itu, PSSI berlindung di balik regulasi mengenai keselamatan dan keamanan penyelenggaraan sepakbola. Federasi tak bertanggung jawab dalam aturan itu jika terjadi insiden dalam laga.

Setidaknya ada dua pedoman regulasi yang diterbitkan PSSI dan berpotensi menyelamatkan federasi dalam ancaman kasus hukum dalam Tragedi Kanjuruhan. Dalam 'Regulasi Keselamatan dan Keamanan PSSI 2021' dan 'Regulasi Stadion 2021' terbitan PSSI, tak ada kewajiban tanggung jawab dari federasi apabila terjadi insiden.

Aturan itu tertuang dalam 'Regulasi Keselamatan dan Keamanan PSSI 2021' dan 'Regulasi Stadion 2021' terbitan PSSI.



Simak Video "Pilu 2 Balita di Malang, Tak Tahu Ibunya Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(cas/nds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT