PSSI Beri Bantuan Hukum buat Direktur Utama PT LIB

ADVERTISEMENT

PSSI Beri Bantuan Hukum buat Direktur Utama PT LIB

Muhammad Robbani - Sepakbola
Kamis, 20 Okt 2022 15:00 WIB
Ketua Komite Wasit PSSI Ahmad Riyadh (Silvia Ng/detikcom)
Exco PSSI Ahmad Riyadh menegaskan akan bantuan hukum untuk Akhmad Hadian Lukita. (Foto: Silvia Ng/detikcom)
Jakarta -

PSSI memberikan bantuan hukum buat Akhmad Hadian Lukita. Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) ditetapkan menjadi tersangka dalam Tragedi Kanjuruhan.

Lukita dianggap bersalah karena meloloskan Stadion Kanjuruhan dari verifikasi. Sementara menurut keterangan Kapolri Jenderal Listyo Sigit, kandang Arema FC terakhir kali diverifikasi pada 2020.

Menanggapi hal itu, PSSI mengedepankan asas praduga tak bersalah. Makanya bantuan pengacara pun diberikan federasi buat Lukita dalam masalah hukum yang menimpanya.

"Ya jelas ada dong, semua ada. Ada delapan (pengacara) kalau tidak salah. Anggota PSSI juga pengacaranya," kata anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Ahmad Riyadh kepada wartawan, terkait bantuan federasi buat Lukita.

"Kami mengedepankan asas praduga tidak bersalah. Sampai ada keputusan orang dianggap tak bersalah. Sampai putusan pengadilan. PSSI selaku pemegang saham PT LIB 1 persen dan klub Liga 1 99 persen. Lukita terus tergantung pemegang saham," ujarnya menambahkan.

Total ada enam orang termasuk Lukita yang ditetapkan sebagai tersangka dari Tragedi Kanjuruhan. Diketahui, Lukita sudah menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Timur pada, Rabu (12/10/2022).

Sampai saat ini, Lukita masih berstatus sebagai Direktur Utama PT LIB. Ia juga masih memimpin Managers Meeting Liga 1 2022 pada 8 Oktober lalu.

"Silakan dibaca Undang-Undang PT LIB. Mutlak pemegang saham yang berkuasa. Pak Lukita masih menjadi Direktur Utama PT LIB," ucap Ahmad Riyadh.

"Soal RUPSLB, kami tidak berkonsentrasi ke sana. Pak Lukita ditahan? Jangan pura-pura tidak tahu. Penanahan kan haknya polisi. Kalau merasa sudah cukup, tinggal sidang mungkin. Seperti itu hak subjektivitas kepolisian," tuturnya.

(cas/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT