10 Hari Latihan di Bali, Ini Hasil Evaluasi Papua Football Academy

ADVERTISEMENT

10 Hari Latihan di Bali, Ini Hasil Evaluasi Papua Football Academy

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Selasa, 08 Nov 2022 17:49 WIB
Papua Football Academy
Papua Football Academy baru saja balik dari TC 10 hari di Bali (dok.Papua Football Academy)
Denpasar -

Papua Football Academy baru saja kembali dari masa latihan 10 hari di Bali. Berikut hasil evaluasi dari tim kepelatihan PFA.

Sejak diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada 31 Agustus, 30 anak berlatih di PFA yang dipimpin Direktur Wolfgang Pikal. Mimika Sports Complex jadi lokasi latihan PFA.

Lalu, pada 28 Oktober lalu, rombongan PFA g terdiri dari pemain, pelatih, dan staf pengurus berangkat dari Timika menuju Bali. PFA menginap di hotel di kawasan Jimbaran, Bali, yang dekat dengan lapangan latihan sepakbola.

Selama di Bali, PFA melakukan empat kali ujicoba. Yang pertama Bertempat di Lapangan Yoga Perkanthi, Jimbaran, 30 Oktober yang berakhir untuk kemenangan PFA dengan skor 5-3 atas SSB Yoga Perkanthi.

Di tempat dan waktu yang sama, pertandingan berlanjut kontra Bintang Bali FC dan tuntas tanpa gol. Beristirahat selama empat hari, PFA kemudian pindah ke Lapangan Abianbase, Kabupaten Badung, Bali, 3 November.

Papua Football AcademyPapua Football Academy Foto: dok.Papua Football Academy

Melawan Pespa Padang Sambian PFA harus menerima kekalahan 0-1 di lapangan yang tergenang air karena hujan. Ujicoba terakhir di lapangan Yoga Perkanthi lagi, Minggu (6/11), PFA kalah kedua kalinya usai takluk 0-3 dari Bali United U-14.

"PFA memutuskan berangkat ke Bali karena kebutuhan mencari pengalaman dan lawan latih tanding yang kita anggap kualitasnya lebih baik dari tim SSB di Timika," ujar Pikal dalam rilis kepada detikSport.

Dari 4 laga uji coba itu, Pijal melihat banyak hal yang didapat dari penampilan pemain PFA. Organisasi tim dan mental masih jadi masalah utama yang harus diperbaiki.

"Sebelum bergabung dengan PFA, tak banyak pemain yang pernah mengikuti kompetisi saat masih berada di daerahnya. Kami melihat pengaruhnya sangat besar saat beruji coba di Bali. Faktor mental mempengaruhi penampilan mereka secara teknik dan taktik di pertandingan," Pikal melanjutkan.

Dia berharap PFA akan tampil lebih baik saat dipertemukan dengan tim-tim yang punya kualitas setara atau lebih baik.

"Kedatangan Papua Football Academy ke Bali itu sangat bagus. Setelah berlatih 3 bulan di Timika, anak-anak butuh lawan uji coba yang lebih kuat. Bukan untuk mencari menang, melainkan bagaimana mempraktekkan apa yang didapat selama mereka berlatih," kata Rully Nere selaku penasihat PFA.

Setelah menjalani TC di Bali, kegiatan rutin kembali dilanjutkan di Mimika Sport Complex, seperti proses belajar pendidikan formal bagi siswa PFA di bawah Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika.

Kesempatan berada di Bali juga dimanfaatkan manajemen PFA untuk memberi anak-anak waktu refreshing di beberapa lokasi serta mengenal budaya di luar Papua. Mereka juga ikut membersihkan berbagai sampah dan kotoran di Pantai Jimbaran.

"Saya senang bersama keluarga PFA bisa ke Bali untuk berlatih dan bertanding. Saya akan memperbaiki kesalahan-kesalahan selama bertanding di Bali, terutama ketika menghadapi Bali United U14. Mereka lawan yang sulit dihadapi," ucap Valentino Santo Wagiu, pemain yang lolos dari PFA Cari Bakat di Merauke.

(mrp/adp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT