Mengais Rejeki di Tengah 'Perang'

Mengais Rejeki di Tengah 'Perang'

- Sepakbola
Kamis, 20 Jul 2006 17:43 WIB
Solo - Duel Grup A babak delapan besar Ligina 2006 di stadion Manahan, Solo, juga menjadi keuntungan tersendiri bagi beberapa pihak. Para pedagang misalnya, mereka berharap bisa meraih sedikit uang di antara 'perang' tim-tim papan atas Indonesia.Ya, tidak sedikit yang mengadu nasib seiring berjalannya babak delapan besar Ligina 2006 di Solo. Dari pantauan Detiksport, Kamis (20/7/2006), tidak sedikit pedagang yang memenuhi pelataran parkir stadion.Ada banyak barang yang dijual, mulai dari kostum tim-tim peserta Ligina 2006 hingga minuman ringan dan jagung rebus."Mumpung ada pertandingan di sini, Mas, siapa tahu bisa nambah penghasilan," ungkap Umar, pedagang kostum-kostum sepakbola tim dalam negeri.Hal yang sama juga diungkapkan Agung, warga Demak, Jawa Tengah. Pemuda berusia sekitar 25 tahun ini mengatakan bahwa ia sengaja pergi ke Solo bersama rekan-rekannya untuk mencoba peruntungannya menjual kostum-kostum tim sepakbola.Agung mengungkapkan bahwa untuk setiap kostum yang dijual minimal mendapat untung Rp 3,000. Sedangkan setiap kostum dijual minimal dengan harga Rp 18.000. Barangnya sendiri ia datangkan dari Bandung dengan sistem penghitungan per kodi.Pendatang lain yang juga datang ke Solo adalah Tarju, warga kelurahan Karanganyar, Kecamatan Musuk, Boyolali. Di stadion Manahan ia berjualan es kelapa muda dan es buah.Ia berharap mendapat untung lebih dari biasanya dengan adanya gelaran delapan esar di Solo ini. "Semoga aja bisa dapat untung lebih banyak," harapnya. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads