'Sangat Menyakitkan'

'Sangat Menyakitkan'

- Sepakbola
Senin, 24 Jul 2006 22:43 WIB
Solo - Kalah 0-1 atas Persik ditambah gagal lolos ke semifinal Liga Djarum Indonesia 2006 diakui manajer Arema Malang Satrija Budi Wibawa adalah suatu hasil yang menyakitkan.Arema memang harus mengubur impiannya bermain di babak empat besar setelah wing back Persik Harianto sukses membobol gawang Kurnia Sandy di menit 88. Gol tersebut sudah cukup meluluhlantakan Arema Malang karena di partai lainnya PSIS Semarang menang 1-0 atas Persiba Balikpapan."Sangat menyakitkan. lebih menyakitkan lagi karena prosesnya. Kalau misalnya kalah kemarin sore saya mungkin bisa lebih terima tapi kenapa prosesnya harus begini," ujar Budi yang terlihat sangat sedih.Meski demikian ia mengaku menerima kekalahan ini dengan lapang dada dan legowo. Namun ia tetap tidak rela timnya kalah dengan cara yang menyakitkan.Sementara itu pelatih Benny Dollo memiliki pendapat yang berbeda. Meski timnya kalah, pelatih bertangan dingin ini mengaku cukup puas dengan permainan I Putu Gede cs."Saya sangat menghargai usaha anak-anak saya. Pertandingan ini menurut saya sangat asyik karena kedua tim bermain cukup bagus dan saya pikir pertandingan terakhir ini merupakan yang paling baik," ujar pria yang akrab dipanggil Bendol ini.Menanggapi tentang gol Harianto, Bendol mengungkapkan bahwa timnya tidak kecolongan atas gol tersebut. Menurutnya Arema tidak memiliki pilihan lain untuk tampil menyerang mengingat PSIS Semarang, yang memiliki nilai dan peluang yang sama dengan Arema untuk lolos, memetik kemenangan dari Persiba Balikpapan."kill or to be kill, to be or not to be. Mau tidak mau kita harus menyerang karena mereka (PSIS) unggul 1-0. Gol itu terjadi karena kita out position," tandas Bendol. (ian/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads