Jumpa Pers PSIS Diboikot Wartawan
Jumat, 28 Jul 2006 01:40 WIB
Solo - Sesi jumpa pers PSIS Semarang diboikot oleh para wartawan. Penugasan asisten pelatih dan asisten manajer untuk memberikan komentar pertandingan dinilai meremehkan dan tidak menghargai para wartawan.Sesi jumpa pers yang seharusnya dihadiri oleh manajer, pelatih dan kapten tim memang tidak dipenuhi seluruhnya oleh tim yang bermain. Namun kubu PSIS dinilai paling merendahkan.Pasalnya hampir dalam seluruh sesi jumpa pers pasca pertandingan, pihak PSIS selalu melimpahkan tugas tersebut pada asisten pelatih dan asisten manajer mereka. Sementara pelatih Bonggo Pribadi serta manajer Yoyok Sukawi tidak kelihatan batang hidungnya.Puncaknya adalah pasca pertandingan semifinal PSIS kontra Persekabpas Pasuruan Kamis (27/7/2006) malam. Pelatih Persekabpas Subangkit, sebagai pihak yang kalah, masih bersedia mengikuti sesi jumpa pers. Sementara kubu PSIS hanya mengutus asisten pelatih Djanu Ismanto dan asisten manajer Agung Nugroho.Saat ditanya mengapa asisten pelatih dan asisten manajer PSIS yang hadir dalam sesi ini, Djanu mengungkapkan bahwa Bonggo Pribadi dan Yoyok Sukawi menemui wartawan di tempat lain.Bagi para wartawan, alasan tersebut dinilai sangat dibuat-buat. Pasalnya pihak BLI dan panpel lokal tidak mengijinkan wartawan untuk menemui pelatih seusai pertandingan secara personal karena sudah disediakan sesi tersendiri untuk itu.Tak ayal, pasca mendengarkan komentar Subangkit, wartawan pun langsung meninggalkan ruang jumpa pers stadion Manahan Solo. Para wartawan menyatakan bahwa Bonggo Pribadi dan Yoyok Sukawi terlalu arogan untuk menemui wartawan seusai pertandingan.Dari pantauan Detiksport tidak hadirnya pelatih dan manajer PSIS ini tidak terjadi satu kali saja. Sesi jumpa pers seusai partai melawan Persik Kediri, Kamis (20/7/2006) lalu, Bonggo Pribadi dan Yoyok Sukawi juga tidak terlihat. (ian/)











































