Sempat Mencekam di Manahan
Jumat, 28 Jul 2006 02:29 WIB
Solo - Suasana Stadion Manahan, Solo, Kamis (27/7/2006) malam kemarin pasca pertandingan Persekabpas Pasuruan kontra PSIS Semarang sempat mencekam. Beberapa suara letusan pistol terdengar. Terlihat juga polisi yang berlarian kesana kemari. Ada apa?Adalah sedikit bentrokan antara suporter Persekabpas Pasuruan, Laskar Sakera, dengan pendukung Persis Solo, Pasoepati, menjadi penyebabnya.Bentrokan ini memang tidak terlihat 'keras'. Hanya beberapa kelompok suporter saja yang terlihat saling adu lempar dan kejar di luar Manahan pasca pertandingan Persekabpas vs PSIS.Polisi pun langsung bertindak tegas. Dengan berbekal anjing pelacak, pentungan dan tameng (ada beberapa polisi terlihat tidak berbekal apa-apa), para penegak hukum ini langsung membubarkan setiap kerumunan yang bisa memancing keributan yang lebih besar. Bahkan beberapa kali terdengar bunyi letusan, seperti bunyi pistol ditembakkan.Kondisi ini membuat lingkungan Manahan, terutama di sebelah timur stadion Manahan, sedikit mencekam. Tidak adanya lampu jalan yang cukup terang, juga mengelompoknya beberapa kelompok suporter di beberapa sudut jalan membuatnya banyak hal negatif bisa memungkinkan terjadi.Masalah sebenarnya dipicu saat pertandingan antara Persekabpas kontra PSIS memasuki masa turun minum. Entah bagaimana awalnya, tiba-tiba dari tribun pendukung Persekabpas beterbangan botol dan gelas air mineral ke arah penonton sekaligus pendukung yang berpihak sebagai 'tuan rumah' gelaran final Liga Indonesia 2006 ini.Pihak Pasoepati yang merasa tidak terima dengan tingkah 'tamunya' itu langsung membalas. Aksi saling lempar dari tribun utara dan timur pun tak terelakkan lagi. Hampir sepanjang waktu istirahat, kedua kelompok suporter ini masih saling lempar botol dan gelas air mineral. Beberapa saat sebelum pertandingan babak kedua dimulai, aksi lempar kedua belah pihak baru mereda. Sayangnya aksi tersebut berlanjut di luar lapangan pasca pertandingan.Aksi tidak terpuji ini membuat pihak kepolisian harus bekerja ekstra keras menjaga ketertiban lingkungan sekitar stadion Manahan. Laskar Sakera yang hadir di Manahan pun dikelompokkan dan dijauhkan dari pendukung Pasoepati. Pantauan Detiksport terakhir, pada pukul 21.30 WIB, bus-bus yang mengantar pulang Laskar Sakera yang berjumlah sekitar 20 buah bus masih belum diberangkatkan. Sementara beberapa kelompok suporter Pasoepati masih terlihat berjaga di sudut-sudut jalan sekitar Manahan. (ian/)











































