Awal Bagi Suporter Yang Damai
Minggu, 13 Agu 2006 19:32 WIB
Bogor - Gelaran Jambore Suporter Indonesia telah usai. Event ini seharusnya menjadi awal bagi para perwakilan suporter untuk mensosialisasikan misi perdamaian hingga ke tingkat akar rumput. Acara Copa Dji Sam Soe Jambore Suporter Indonesia di Puncak Jawa Barat, 11-12 Agustus 2006, diharapkan bisa menjadi sebuah awal bagi para peserta untuk mulai menjalin persaudaraan, persatuan dan perdamaian diantara para suporter Indonesia. Tentu saja ini menjadi pekerjaan rumah bagi para peserta untuk dapat mensosialiskan hal tersebut hingga ke tingkat bawah. Pasalnya keributan antarsuporter dan juga aksi-aksi yang tidak terpuji di lapangan sering terjadi di areal tersebut. Koordinator Aremania Haji Slamet mengakui bahwa akar rumput terkadang menjadi awal terjadinya hal-hal yang dinginkan. "Kita sudah saling kontak sesama masing-masing kordinator, tapi masalahnya terjadi di akar rumput," ungkapnya kepada detiksport. "Misalnya terjadi lemparan dari arah penonton ke dalam stadion karena dipicu faktor wasit. Koodinator kami sudah berupaya, tapi yang susah juga karena koordinator kami memiliki batasan," lanjut Haji Slamet. Tentu saja hasil positif dari acara jambore siap disosialiskan. "Tapi akan lebih baik lagi jika dari grass root yang diajak dalam acara ini sehingga mereka dapat melihat dan merasakan langsung. Kita juga perlu regenerasi," ujarnya. Sulitnya mengontrol tindakan di tingkat bawah juga diakui oleh Ketua I Bonek YSS Surabaya, Nurhasim. Diungkapkannya bahwa sosialiasi seperti ini sudah lama dilakukan namun tetap sulit mengontrol, apalagi Bonek merupakan suporter yang unik. "Bonek memang lebih militan. Mereka dilarang tapi tetap dilakukan. Itu yang membuat Bonek ini unik. Sosialisasi seperti ini sudah kami lakukan. Kita ada korlap kita kumpulkan dan mereka akan mensosialisasikan ke anggotanya," ujar Nurhasim. Ia juga menjelaskan bahwa ada tiga tipe suporter yang sering ikut ambil bagian saat menyaksikan pertandingan. Namun tipe terakhir yang sulit dikontrol dan mereka adalah orang di luar anggota yang mencoba memanfaatkan situasi. Namun yang jelas Nurhasim menyambut baik ajang seperti ini. "Ini kegiatan positif. Tapi seharusnya PSSI yang membina seperti ini bukan Dji Sam Soe. Justru Dji Sam Soe yang peduli dengan kemajuan sepakbola Indonesia," tukasnya. Tekad yang sama guna membangun suporter menjadi lebih baik dinyatakan oleh Delta Mania. "Mungkin pemicu bisa berawal akar bawah namun selama ini kita tak ada masalah karena peran aktif koordinator," ungkap Sekjen Delta Mania, Hartono. Menangapi hal ini, tokoh suporter nasional Sigit Nugroho juga mengharapkan peran aktif para pemimpin-pemimpin suporter untuk mengambil sikap yang berani meskipun terkadang keputusan tersebut dianggap tidak populer oleh para anggotanya. "Itu sebabnya mengapa perlu diperkuat leadership sehingga mereka ini diharapkan dapat membawa grass root ke arah yang lebih baik. Bukan sebaliknya pemimpin malah terbawa oleh grass root," tegas Sigit. Foto: Para perwakilan suporter klub di Indonesia berfoto bersama Sekjen PSSI Nugraha Besoes dan Brand Manager Dji Sam Soe Veronica Risariyana (Reky HK/detiksport). (a2s/)











































