Final Divisi Satu Liga Indonesia 2006
Bonek Coreng Kemenangan Persebaya
Rabu, 16 Agu 2006 20:09 WIB
Kediri - Persebaya Surabaya memastikan diri sebagai kampiun divisi 1 Liga Indonesia 2006 setelah menang 2-0 atas Persis Solo di stadion Brawijaya, Kediri, Rabu (16/8/2006). Sayangnya Bonek Mania mencoreng kemenangan tersebut.Ya, Bonek -julukan suporter Persebaya- kembali mengganggu jalannya pertandingan. Bahkan laga yang seharusnya dijalankan selama 90 menit harus diakhiri di menit ke-83 karena ulah mereka. Ribuan Bonek Mania memasuki lapangan dan merayakan kemenangan timnya.Insiden itu sendiri terjadi karena Bonek salah mengartikan peluit tanda offside terhadap pemain Persebaya dengan tanda berakhirnya pertandingan. Tak ayal pertandingan pun harus berhenti di tengah jalan.Kubu Persis Solo sendiri langsung meninggalkan lapangan dan masuk kamar ganti karenanya. Alhasil, kubu Persis menyatakan tidak bersedia melanjutkan pertandingan.Ulah Bonek Mania itu bukan yang pertama terjadi di pertandingan tersebut. Di menit 53, Bonek Mania sudah mengambil perhatian banyak orang saat mereka saling beradu lempar dengan suporter Persis di tribun selatan. Pertandingan pun dihentikan beberapa saat kemudian selama kurang lebih 15 menit karena Bonek masuk ke lapangan.Ulah Bonek tersebut sepertinya sempat membuat kesal beberapa pemain Persebaya. Bek Mursyid Effendi dan Nova Arianto terpaksa harus turun tangan untuk menenangkan pendukung timnya itu. Untungnya suasana kembali mencair dan laga bisa kembali berjalan sebelum pertandingan dihentikan di menit 83 karena ulah Bonek (lagi).Laga Berlangsung MenarikTerlepas dari ulah Bonek, Persebaya dan Persis menunjukkan permainan yang menarik, namun tim 'Bajul Ijo' lebih mendominasi jalannya pertandingan.Setelah hampir sepanjang babak pertama menekan pertahanan Persis, gol yang ditunggu Persebaya akhirnya datang. Berawal dari crossing Uston Nawawi dari sisi kanan pertahanan Persis, Nova Ariyanto langsung menyambut bola kiriman playmaker Persebaya itu dengan kepalanya.Kiper Wahyu Tri Nugroho sendiri juga menjemput datangnya bola, namun sundulan Vava -panggilan akrab Nova- lebih dulu mengenai bola dan mengantarkan 'Si Kulit Bundar' menembus jala Persis. Persebaya pun unggul 1-0 memasuki menit ke-41.Di babak kedua, strategi ball posession tetap dipertahankan Persebaya. Kondisi Persis juga kurang lebih sama, berada dalam tekanan Persebaya. Alhasil gawang mereka pun kembali jebol pada menit ke-64.Kali ini bukan oleh pemain Persebaya, bek Denny Ariyanto merobek gawangnya sendiri lewat sontekannya yang cukup manis, memanfaatkan umpan Anang Ma'ruf. Tertinggal dua gol membuat pemain sedikit frustasi. Serangan yang harusnya disusun dengan baik harus berantakan sebelum masuk ke daerah pertahanan Persebaya yang digawangi Bejo Sugiantoro. Persebaya pun menjadi kampiun Divisi Satu Liga Indonesia 2006.Kemenangan ini membuat Persebaya kembali menegaskan diri sebagai yang terbaik di Divisi 1, prestasi yang sama seperti tiga tahun lalu. Karenanya tropi tetap, medali dan jumlah uang Rp 500 juta berhak diboyong Persebaya. Sementara Persis harus puas dengan hadiah uang senilai Rp 250 juta, plus medali dan tropi tetap.Bagi Persebaya tropi juara divisi satu ini menjadi tropi ketiga yang diraih tim kebanggaan publik Surabaya dalam empat tahun terakhir. Selain titel juara divisi satu 2003, Persebaya juga menjadi jawara Liga Indonesia Divisi Utama 2004.Peluang Persebaya untuk menambah tropi di musim ini juga masih terbuka. Pasalnya mereka masih menjadi kontestan aktif gelaran Copa Indonesia 2006. Lawan yang mereka hadapi di babak 16 besar adalah PKT Bontang. (ian/)











































