Final Merdeka Games 2006
Akhiri Paceklik Gelar, Indonesia!
Selasa, 29 Agu 2006 10:46 WIB
Selangor - Tahun 1991 menjadi tahun terakhir timnas Indonesia meraih gelar juara. Peluang meraih gelar pun kembali terbuka di ajang Merdeka Cup 2006. Bisakah Indonesia mengakhiri paceklik gelarnya?Jawaban akan pertanyaan itu sudah pasti harus menunggu pertandingan (29/8/2006) malam nanti saat melawan Myanmar di stadion Shah Alam, Selangor. Namun jika melihat peluangnya, skuad 'Merah Putih' memiliki kesempatan yang cukup terbuka.Barisan pemain inti Peter Withe misalnya. Pelatih asal Inggris ini dipastikan bisa menurunkan skuad terbaiknya karena kendala akumulasi kartu tidak dialami timnas Indonesia. Selain itu cedera juga tidak terjadi pada Ponaryo Astaman cs.Butuh dukungan? Ribuan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang menjadi pahlawan devisa Indonesia di Malaysia bisa dipastikan akan nyambi sebagai suporter di pertandingan malam nanti. Jadi kekhawatiran tidak akan mendapat dukungan dari 'pemain ke-12' sudah bisa disingkirkan jauh-jauh.Tren penampilan timnas Indonesia juga cukup menjanjikan. Dalam tiga laga di babak penyisihan, hanya satu gol berhasil disarangkan ke gawang Indonesia, itupun dari gol bunuh diri M Ridwan saat laga pertama melawan Malaysia. Selebihnya 'rumah' Jendriy Pitoy dan Syamsidar, yang bergantian turun di dua laga berikutnya, aman tanpa kebobolan satu gol pun. Sementara di barisan depan, meski masih terlihat tumpul, pelatih Withe cukup yakin dengan performa Bambang Pamungkas, Zaenal Arif atau Ilham Jayakesuma.Rekor pertemuan Indonesia dengan Myanmar di ajang resmi juga masih unggul. Dari tujuh pertemuan sejak tahun 1996 di partai resmi, seperti SEA Games dan Piala Tiger, Indonesia mencatat tiga kali kemenangan, satu kali kalah dan sisanya berakhir seri. Namun catatan tersebut mengalami 'penurunan'. Dalam empat pertemuan terakhir, yaitu di SEA Games 2001 dan 2005, Piala Tiger 2002 dan babak penyisihan Merdeka Cup 2006 beberapa waktu lalu, Indonesia hanya mampu memetik tiga kali hasil seri dan sekali kalah.Di momen final Merdeka Cup inilah menjadi momentum kebangkitan Indonesia. Status kampiun Merdeka Cup menjadi harga mati yang diharapkan seluruh pecinta sepakbola Indonesia.Skuad 'Merah Putih' sebenarnya tidak mendapat target di turnamen ini. Namun melihat kondisi di lapangan yang menguntungkan (baca: bisa mencapai final), maka peluang yang ada akan diambil dengan maksimal.Namun tetap Myanmar adalah tim yang harus diwaspadai. Sukses menahan gempuran Indonesia dan beberapa kali membahayakan gawang 'Merah Putih' melalui serangan balik di babak penyisihan adalah faktor-faktor yang patut diperhatikan.Jadi, bisakah Ponaryo Astaman dkk 'menggenapkan' tropi juara di Merdeka Cup menjadi empat, setelah di tahun 1961, 1962 dan 1969 berhasil meraih titel bergengsi ini? Atau malah Soe Myat Min cs yang malah mencuri peluang Indonesia? Kita lihat saja di laga final Merdeka Cup edisi ke-38 malam nanti. (ian/)











































