'Persebaya Tak Belajar'
Selasa, 05 Sep 2006 00:37 WIB
Surabaya - Persebaya Surabaya dianggap bersalah atas kerusuhan yang dilakukan Bonek dalam laga kontra Arema Malang. "Bajul Ijo" harusnya bisa belajar dari pengalaman yang sempat menjerumuskan mereka ke divisi dua.Bonek kembali berulah di Gelora 10 November, Senin (4/9/2006) saat Persebaya menjamu Arema di leg kedua babak babak perempatfinal Copa Dji Sam Soe 2006. Tak ayal peristiwa ini mengundang kekecewaan, terlebih Persebaya baru memastikan langkah mereka ke divisi utama."Kami menyambut baik promosinya Persebaya. Tapi tentu bukan seperti ini yang kemudian menjadi harapan kami dengan kembalinya mereka," terang direktur Badan Liga Indonesia (BLI), Andi Darussalam Tabusalla, ketika dihubungi detiksport, Senin (4/9/2006).Ditanya soal antisipasi keamanan di sekitar stadion, Andi mengaku tak mengetahui secara pasti persiapan yang dilakukan panitia pertandingan. Namun menurut laporan yang diterima, keamanan sudah dipersiapkan dengan baik walau mengaku kalau mereka juga kecolongan dengan kerusuhan yang kemudian menjalar ke luar stadion.Disebut Andi peristiwa tersebut menggambarkan kalau Persebaya tak belajar dari pengalaman pahit mereka saat terdegradasi ke divisi dua musim lalu. Ditambahkannya, apapun hukuman yang dijatuhkan Komdis nyata-nyata tak merubah kelakuan Bonek, maka dari itu Persebaya seharusnya bisa lebih serius mengurusi pendukung fanatiknya itu."Kami berharap adanya pembelajaran dari Persebaya dan Bonek dengan kasus mereka musim lalu. Tapi dengan semua hukuman yang sudah dijatuhkan PSSI, maka ini adalah masalah internal Persebaya.""Harus ada langkah tegas dan berani yang diambil Persebaya. Kami sudah berusaha memberikan efek jera dengan degradasi dan hukuman lain, tapi terbukti itu tidak membawa hasil," terang Andi.Menanggapi ide Ketua Pengda PSSI Jawa Timur Haruna Sumitra, yang mengusulkan pertandingan dengan potensi konflik tinggi sebaiknya digelar di tempat netral, Andi menanggapinya dengan positif. Namun itu masih membutuhkan koordinasi dengan seluruh klub."Pengda memang seharusnya lebih tahu apa kebutuhan tiap tim di daerahnya dan hal itu mungkin saja dilakukan tapi berpulang pada kedua klub untuk memutuskannya. Yang jelas itu masih perlu dipikirkan. Tapi dalam waktu dekat BLI akan segera melakukan pendekatan dengan klub secara wilayah dan itu diharapkan bisa mengatasi banyak masalah, termasuk membuka kemungkinan tersebut," tutup Andi.(Lihat berita foto soal kerusuhan Bonek) (din/)











































