Tindakan Bonek Sudah Kriminal
Selasa, 05 Sep 2006 11:57 WIB
Jakarta - Kerusuhan suporter yang dilakukan Bonek sudah di luar koridor sepakbola. Menurut tokoh suporter nasional, Sigit Nugroho, tindakan ini sudah masuk kriminal.Suporter Persebaya, Bonek atau 'Bondo Nekat' mengamuk saat timnya menjamu Arema Malang, di leg II babak perempatfinal Copa Dji Sam Soe Indonesia di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Senin (4/9/22006).Bukan hanya di dalam lapangan namun di luar stadion Bonek menghancukan beberapa mobil termasuk dua unit truk yaitu milik ANTV dan truk Nissan dengan peralatan pemancar siaran via satelit milik PT Telkom yang digunakan melakukan siaran langsung ."Ini sangat fatal mereka sampai membakar mobil. Semua sudah di luar koridor sepakbola. Kejadian tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan sepakbola," ungkap Sigit Nugroho saat dihubungi detiksport, Selasa (5/9/2006)."Walaupun mereka marah tapi kenapa mereka harus membakar mobil yang bukan bagian dalam sepakbola itu sendiri sehingga pihak tertentu tidak dapat melakukan siaran lagi. Ini sudah masuk tindakan kriminal," tegas Sigit.Di luar hasil pertandingan, Sigit melihat kejadian itu karena kurang siapnya Panpel mengantispasi aksi penonton. "Banyak Bonek berlompatan namun petugas membiarkan saja. Seharusnya satu loncat langsung ditangkap sehingga membuat efek jera," ujarnya.Sigit juga menyatakan bahwa Komisi Disiplin wajib memberikan sanksi yang tegas. "Mereka sudah kena sanksi. Umumnya kalau sudah kena sanksi akan mendapatkan sanksi berlipat. Paling tidak musim ke depan tidak ada penonton," tegas pria yang juga berprofesi wartawan olahraga itu.Menurut Sigit, seharusnya pihak klub, kelompok suporter dan panpel seharusnya dapat berkerja sama meminimalisasikan hal itu. "Di Malang bisa rapi kenapa di Surabaya tidak. Terlepas dari hasil memang diperlukan jiwa besar dari penontonnya," ungkapnya.Keterangan foto: Sebagian massa Bonek ditahan pihak kepolisian karena berbuat rusuh. (Detiksport/Ugik) (key/)











































