PSSI Jangan Plin-Plan (Lagi)
Selasa, 05 Sep 2006 13:06 WIB
Jakarta - Pelatih Arema Malang Benny Dollo menilai akumulasi kerusuhan oleh Bonek sudah di luar batas. Untuk itu Komisi Disiplin dan Komisi Banding PSSI harus sepaham menangani kasus Persebaya.Bendol -- demikian panggilan akrab Benny Dollo -- mengaku ngeri melihat kebrutalan Bonek saat timnya menang 1-0 di leg II Babak 8 Besar Copa Indonesia di stadion Gelora 10 November, Senin (4/9/2006)."Sepanjang pertandingan terjadi pelemparan terus menerus. Sangat disayangkan sekali sampai terjadi hal seperti itu. Saya sampai ngeri," ujarnya saat dihubungi detiksport di Jakarta, Selasa (5/9/2006).Menurut mantan pelatih timnas Indonesia itu, tindakan Bonek kali ini tidak bisa dilihat secara terpisah. Sanksi disiplin yang dikenakan kepada Persebaya pun harus mempertimbangkan aspek jera yang selama ini tidak menyentuh Persebaya."Harus ada ketegasan dari PSSI karena ini akumulasi dari perilaku mereka," tegasnya menyinggung tindakan tidak sportif yang juga dilakukan Persebaya di penghujung Ligina 2005 dan juga final Divisi I bulan lalu.Sebelum musim 2006 berlangsung, Komisi Disiplin PSSI sempat menjatuhkan sanksi dilarang mengikuti kompetisi dua tahun kepada Persebaya. Namun oleh Komisi Banding, hukuman tersebut akhirnya dikurangi menjadi hanya degradasi ke Divisi I.Tindakan anarkis Bonek dituturkan Bendol sudah sangat serius. Selain melakukan pelemparan dan perusakan, sebagian kelompok juga melakukan aksi sweeping terhadap kendaraan dengan nomor polisi N (asal Malang). "Mana ada tim yang suka dengan jamuan seperti itu," tambahnya. (lom/)











































