Kinerja Pelatih Timnas Mutlak Dievaluasi
Rabu, 22 Nov 2006 12:22 WIB
Jakarta - Kinerja dua pelatih asing yang tengah menangani tim nasional Indonesia masih sangat jauh dari harapan. Oleh karena itu PSSI perlu mengevaluasi kembali Peter Withe dan Foppe De Haan.Demikian ungkap mantan pelatih Timnas, Benny Dollo saat dihubungi detiksport, Rabu, (22/11/2006). Bendol, sapaan akrabnya, menilai Withe belum sekalipun sukses mencatatkan prestasi yang berarti buat timnas senior Indonesia. Sementara De Haan juga tampak kesulitan membagi konsentrasi karena turut menangani timnas U-21 Belanda. Hal itu terbukti saat De Haan baru bisa mendampingi timnas U-23 satu hari menjelang pertandingan perdananya di Asian Games 2006."Kita menganggap orang bule bagikan dewa. Padahal prestasinya seperti itu. Evaluasi itu mutlak, jangan hanya berani menegur pelatih lokal saja," tegas Bendol.Selain itu dia juga menyatakan pentingnya melakukan pembenahan kompetisi domestik yang menjadi salah satu kunci penting untuk membangkitkan sepakbola Indonesia. Hal itu dikarenakan buruknya performa timnas Indonesia merupakan perwujudan dan cerminan dari kompetisi lokal."Kalau tidak begitu hancur sepakbola kita," cetus pelatih Persita Tangerang yang musim lalu menangani Arema Malang itu.Bendol juga memberi penekanan kepada unsur pembinaan pemain Indonesia yang dianggapnya gagal memenuhi sasaran. Padahal faktor pembinaan tersebut, imbuh dia, adalah prinsip elementer untuk membentuk pondasi timnas."Sehebat apapun pelatihnya kalau basic pemainnya tidak memenuhi syarat ya tidak mungkin," tambah dia.Dia juga menambahkan bahwa kekalahan terus menerus akan berdampak buruk terhadap mental pemain. Oleh karena itu semua unsur sepakbola harus bisa segera berkonsentrasi dan memfokuskan diri bagaimana cara membenahi sepakbola Indonesia, untuk mencegah semakin memburuknya psikologis pemain."Dari segi psikologis karena sering kalah jadi mentalnya terpuruk, skill-nya pun akhirnya jadi tak keluar," pungkas dia.Sebelumnya timnas Senior bernasib tragis dengan gagal meraih kemenangan dalam tiga pertandingan di Piala BV, Vietnam. Bahkan Ponaryo Astaman dkk harus kebobolan total delapan gol tanpa gol memasukkan. Hal serupa juga dialami timnas U-23 yang berlaga di Asian Games karena mereka sudah dua kali kalah di penyisihan grup, yakni 0-6 dari Irak dan 1-4 dari Suriah. (krs/a2s)











































