Alasan PSSI Memilih Kolev
Senin, 22 Jan 2007 19:15 WIB
Jakarta - Ivan Kolev mengalahkan tujuh kandidat lain untuk mengisi tempat yang ditinggalkan Peter Withe sebagai pelatih kepala tim nasional Indonesia.Diungkapkan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, tiga dari tujuh nama lain yang sempat dipertimbangkan adalah pelatih Persija asal Moldova Sergei Dubrovin, Miroslav Janu (Republik Ceko/Arema Malang), dan Fandi Ahmad (Singapura/Pelita Jaya).Sementara empat lainnya dari kalangan lokal, yakni Syamsudin Umar (asisten pelatih timnas), Benny Dollo (Persita Tangerang), Rachmad Darmawan (Sriwijaya FC), dan Daniel Roekito (Persik Kediri).Dijelaskan Nurdin kepada wartawan di gedung Badan Liga Indonesia (BLI) di Jakarta, Senin (22/1/2007), Kolev dinilai sebagai yang terbaik dari kandidat yang ada karena memenuhi beberapa kriteria yang disyaratkan."Pertama, dia punya kesinambungan program. Kedua, paham karakter pemain lokal. Dan yang terpenting tidak ada hambatan komunikasi bahasa," tukas Nurdin.Kolev pada periode pertamanya menangani timnas (2002-2004) sering dikritik karena sulit berbahasa Indonesia, walaupun sudah berkarir di negeri ini sejak direkrut Persija Jakarta di tahun 1999. Kini ia sudah fasih berbicara bahasa Indonesia.Mengenai banyaknya suara yang mejagokan Benny Dollo, Nurdin mengatakan bahwa kemampuan melatih seseorang bersifat subyektif. Berhasil di klub, katanya, bukan berarti bisa sukses di timnas."Saya tahu Bendol pelatih hebat. Arema jadi contohnya. Tapi dia juga pernah dikasih kesempatan melatih timnas (2000-2001), tapi juga tidak berhasil," tukasnya. (a2s/mel)











































