Pro-Kontra Smart Card PSSI
Jumat, 16 Feb 2007 17:10 WIB
Yogyakarta - Pemaksaan pemberlakuan program Smart Card PSSI memantik banyak reaksi dari klub-klub Ligina. Banyak yang mendukung namun tidak sedikit pula yang menolak.Seperti diberitakan sebelumnya PSSI menetapkan program Smart Card akan tetap dijalankan. Ketua Umum PSSI Nurdin Halid bahkan mengeluarkan ultimatum akan memberi tindakan tegas pada siapa pun yang menolaknya.Pihak klub pun banyak yang bersuara. Kubu PSIS Semarang adalah salah satu klub yang terpaksa menjalankan program tersebut."Ketentuan yang sudah dijatuhkan PSSI harus kita penuhi. Seperti naik mobil, jika polisi mengharuskan harus membawa SIM ya kita harus nurut," ujar Manajer PSIS Semarang Yoyok Sukawi kepada detiksport, Jumat (16/2/2007).Yoyok juga berharap ada timbal balik dengan diberlakukannya program tersebut. Ia berharap apa yang diberikan semua insan sepakbola harus sepadan dengan yang diterima.Namun tidak semua sependapat dengan keputusan PSSI tersebut. Manajer Persema Malang Bambang DH Suyono menegaskan keputusan tersebut harus dipertimbangkan lagi. "Masih harus didiskusikan lagi mengenai aturan baru tersebut," ujarnya.Manajer PSIM Yogyakarta Nugroho Swasto juga memiliki pendapat yang sama. "Keputusan tersebut berat bagi kami. Masalahnya keputusan keluar setelah penandatanganan kontrak pemain. Praktis klub pun harus nomboki dulu tahun ini," ungkapnya.Namun dari banyaknya suara pro dan kontra, satu pendapat mengarah ke lajur yang sama, yaitu penundaan. "Di pertemuan manajer kemarin sudah kami suarakan agar ditunda mulai tahun depan, semoga PSSI bisa lebih mendengar," lanjut Nugroho. (ian/mel)











































