Nurdin Turun Tangan, Smart Card Berlanjut
Jumat, 16 Feb 2007 00:28 WIB
Jakarta - Nurdin Halid kembali menunjukkan kekuasaannya. Ketum PSSI itu menegaskan semua pihak harus mengikuti program Smart Card PSSI.PSSI memang mengeluarkan program khusus bernama Smart Card tahun ini. Program ini dibentuk untuk memudahkan pendataan klub, pemain, wasit, pelatih dan pelaku sepakbola nasional lainnya, mulai dari klub hingga pengda dan pengcab.Para pelaku sepakbola diwajibkan untuk memperoleh Smart Card ini. Cara mendapatkannya mereka diwajibkan untuk membayar iuran dengan nilai nominal tersendiri.Iuran terbesar ditetapkan untuk pemain asing dengan nilai sebesar Rp 10 juta, sementara pemain lokal sebesar Rp 3 juta. Durasi smart card ini berlaku hingga tiga tahun.Karena alasan membayar dengan nilai nominal itulah memunculkan banyak keberatan. Pihak klub dalam manager meeting di Taman Rasuna, Kuningan bulan lalu mengungkapkan keberatannya dan berharap bisa ditunda.Namun Nurdin tidak sependapat dengan hal tersebut. Ia mengeluarkan pernyataan keras berkaitan dengan program Smart Card PSSI dengan mengultimatum kepada siapapun yang menolak pemberlakuan program tersebut akan ditindak tegas."Siapapun yang menolaknya itu akan saya tindak dan pecat, tak peduli apa dia bupati atau walikota," tegas Nurdin (15/2/2007) kemarin."Saya tidak peduli apa dia atau bupati atau walikota. Kebetulan banyak dari mereka yang menjadi pengurus klub," tambahnya lagi.Nurdin berpendapat bahwa mereka yang menolak pemberlakukan program Smart Card sama saja dengan membangkang aturan yang ditetapkan PSSI.Meski demikian, dibalik sikap tangan dingin Nurdin, ia masih mencoba untuk mengerti apa yang menjadi kesulitan klub dalam hal pendanaan, walau pada akhirnya ia tetap menegaskan tetap berlakunya aturan tersebut."Saya memahami jika klub kemungkinan besar baru bisa mengikuti program tersebut pada putaran kedua nanti, terutama untuk urusan pendanaan. Namun program ini harus tetap berjalan dan tidak ditangguhkan," tegasnya lagi.Bagaimana tanggapan klub yang sudah pernah menyampaikan keberatannya? (ian/din)










































