Kalla, Soal Keris dan Kebanggaan

Munas PSSI

Kalla, Soal Keris dan Kebanggaan

- Sepakbola
Jumat, 20 Apr 2007 00:02 WIB
Makassar - Wakil Presiden Yusuf Kalla prihatin dengan kondisi sepakbola Indonesia. Keprihatinannya disalurkan lewat cerita tentang keris yang punya peran membantu prestasi tim Merah Putih.Kalla yang berbicara di depan peserta Munas PSSI ke-34 di Makassar, Kamis (19/4/2007), tidak punya jawaban mengapa prestasi sepakbola Indonesia dengan 250 juta jiwa penduduk, jauh tertinggal dibanding negara-negara lain."Kalau dana tidak sepenuhnya, soal itu. Buktinya beberapa negara Afrika seperti Togo yang pendapatan per kapitanya 500 dolar bisa tampil di Piala Dunia. Sebenarnya saya juga tidak bisa jawab," ujar Kalla disambut tawa peserta Munas di Hotel Clarion, Jl Andi Pettarani, Makassar.Padahal menurut Kalla, banyak cara sudah diusahakan. Bukan hanya materi, tetapi juga spiritual. "Pernah ada ketua PSSI yang dipanggil malam-malam untuk memandikan keris. Semua pemain dipercikkan airnya. Besoknya memang menang, tapi cuma sampai semifinal aja. Ternyata keris juga punya batasan," sambungnya sambil tertawa.Terakhir kali prestasi Indonesia di tingkat dunia yakni saat menuju Olimpiade 1956 Melbourne. Rusia yang saat itu menjadi salah satu raksasa sepakbola dunia, mampu ditahan Indonesia 0-0, meski kemudian pada pertandingan ulangan kalah 0-4.Salah satu penampilan gemilang Indonesia itu sempat diangkat oleh Ketua Umum PSSI Nurdin Halid yang berpidato sebelumnya. Namun bagi Kalla, kondisi ini sangat menyedihkan."Bayangkan, sudah setengah abad prestasi kita di Olimpiade masih diingat. Padahal sudah setengah abad. Bagaimana kalau kita tampil di Piala Dunia? Mungkin kita libur satu minggu." ujarnya. (lom/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads