PMJ Serahkan Bukti ke TPF

Skandal Suap di PSSI

PMJ Serahkan Bukti ke TPF

- Sepakbola
Sabtu, 09 Jun 2007 20:54 WIB
Jakarta - Penajam Medan Jaya (PMJ) menyerahkan bukti-bukti yang terkait dengan tuduhan suap terhadap beberapa anggota teras PSSI. Bukti-bukti tersebut diserahkan kepada Tim Pencari Fakta (TPF).Di lantai 16 Hotel Century, Senayan, Sabtu (9/6/2007), asisten manajer PMJ, Arismen Bernawi, menyerahkan bukti-bukti berupa fotokopi cek tunai sebesar Rp 100 juta rupiah serta print out hasil percakapan antara PMJ dengan Ketua Komdis PSSI Togar Manahan Nero dan anggota Komite Eksekutif Kaharudin Syah. "Kedua bukti tersebut sudah di tangan TPF. Dari bukti print out juga ada bukti pembicaraan saya dengan Kahar dan Togar pada tanggal 4 dan 5 April," tuturnya. Selain membawa bukti, Arismen, bersama Sekum PMJ Syawal Rifai, juga menjalani pemeriksaan oleh TPF. Menurut Arismen kesaksiannya ditanggapi positif oleh TPF. Arismen juga menegaskan kalau sama sekali tidak ada tekanan dari TPF saat dirinya memberikan keterangan dan menyerahkan bukti. "Saya serahkan kepada TPF. Saya pikir mereka cukup kredibel untuk itu," paparnya. Sementara terhadap adanya wacana untuk membawa kasus ini ke pengadilan, jika nantinya TPF tak menemukan adanya indikasi suap di PSSI, Arismen berpendapat bahwa jalur hukum atau jalur di luar PSSI saat ini tidak tepat karena itu akan memberikan kesan mendahului kerja TPF. "Pengadilan nanti lah, jangan sampai ke situ dulu. Jangan dahului TPF. Kalau nanti tidak terbukti suap, ya, setidaknya kita sudah beberkan bukti-bukti. Manti PMJ saja kompromi dulu, kalau tidak terbukti, ya," tukasnya. Sementara itu Syawal Rifai, yang menjadi orang pertama yang diperiksa oleh TPF, mengungkapkan bahwa kepada TPF dia telah membeberkan seputar kronologis kasus tersebut dan kisah cek Rp 100 juta. Namun dia mengatakan kalau keterangannya tidak berbeda dengan yang dipaparkannya kepada media beberapa hari belakangan ini. Setelah diperiksa TPF, Syawal berharap TPF dapat segera menuntaskan indikasi suap tersebut. "Mudah-mudahan, kayaknya, sih serius," katanya.Sementara saat ditanya mengenai penyelesaian di luar PSSI, Syawal tampak pesimis kasus tersebut bisa dibawa ke jalur hukum atau di luar internal PSSI. Padahal kepada detiksport beberapa waktu lalu, Syawal mengatakan bahwa dirinya bisa saja membawa kasus ini ke Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora). "Apa mungkin dibawa ke pengadilan umum? 'kan lebih ruwet lagi jadinya. Pokoknya kalau target saya yaitu Togar dan Kahar keluar tidak tercapai, saya berhenti saja mengurusi sepakbola," tandas pria yang juga berprofesi sebagai wartawan itu. (mel/mel)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads