Copa Indonesia
Juara Bertahan Tumbang
Minggu, 17 Jun 2007 18:00 WIB
Malang - Juara bertahan Copa Indonesia, Arema Malang, tumbang setelah ditahan Persekabpas Pasuruan 0-0 di leg kedua babak 32 besar di Stadion Gajayana, Minggu (17/6/2007). Setelah kalah 0-1 di leg pertama yang berlangsung di Pasuruan, Arema membutuhkan kemenangan minimal 2-0 saat laga gantian dilangsungkan di kandangnya. Tapi Alex Pulalo cs gagal memanfaatkan keuntungan. Pertandingan yang sedianya dimulai pukul 15.30 WIB sempat tertunda 30 menit, karena Persekabpas menolak bertanding. Penyebabnya lebih 20 ribu Aremania memadati stadion sampai meluber ke pinggir lapangan. Tetapi setelah diyakinkan panitia penyelenggara, tim Laskar Sakera akhirnya melunak. Kick off-pun digelar pukul 16.00 WIB.Arema langsung menggebrak lewat Arif Suyono. Sayang umpan silangnya gagal dimanfaatkan Jainal Ichwan karena tendangan pemain bernomor punggung 13 itu hanya melesat di atas mistar gawang Persekabpas. Peluang Jaenal menjadi peluang terbaik Singo Edan di babak pertama. Arema memang lebih banyak memberikan tekanan, tapi kurang rapinya kerjasama antar lini membuat tidak banyak peluang yang benar-benar mengancam gawang Rony Tri Prasnanto. Walau unggul penguasaan bola 56 persen berbanding 44 persen, Arema tak mampu mencetak gol sampai turun minum. Persekabpas mengambil inisiatif menyerang. Namun peluang pertama di babak kedua justru diperoleh Patricio Morales. Tapi tendangannya dari luar kotak penalti masih bisa dipatahkan oleh Rony. Kiper timnas U-23 itu kembali membuat penyelamatan gemilang. Kali ini peluang dari jarak dekat Morales dimentahkannya sambil terbang. Rony pantas didaulat sebagai bintang pada pertandingan itu. Kali ini Arif Suyono tinggal berhadapan dengannya. Tapi lagi-lagi bola patah di kaki kiper timnas U-23 itu. Kali lain Rony tak berkutik, Arema menyia-nyiakan peluang. Morales sundulannya di pertengahan babak kedua masih melebar, sementara sontekan tumit Suroso di menit 73 masih tepat di pelukan Rony. Tertekan, Persekabpas praktis hanya mengandalkan serangan balik. Sebuah peluang diperoleh Effendi. Namun setelah mengecoh beberapa pemain lawan, tendangannya masih melesat di atas mistar. Lewat serangan balik Persekabpaspun sempat membuat pertahanan Arema ketar-ketir. Masih belum bisa menjebol gawang Persekabpas membuat tensi para pemain Arema meninggi. Beberapa permainan keraspun sempat diperagakan skuad besutan Miroslav Janu. Pada menit 83 tensi pertandingan mencapai puncak. Rony merasa terkena tendangan dari pemain Arema, Rony Firmansyah, saat berduel udara. Kiper Rony nyaris berbaku hantam dengan pemain Arema. Untung pemain dari kedua kubu bisa meredam emosi hingga tidak berbuntut perkelahian. Lepas dari insiden itu Arema tidak mengendurkan serangannya. Memasuki injury time, peluang demi peluang diperoleh. Peluang terakhir diperoleh Morales di penghujung pertandingan. Tapi sundulannya masih bisa dipatahkan seorang pemain Persekabpas.Dengan demikian Arema gagal mempertahankan gelar yang direbutnya tahun 2005 dan 2006. Kegagalan inipun mencoreng kepemimpinan Janu, yang menggantikan posisi Benny Dollo mulai musim ini. (mel/mel)











































