Kalau Pesepakbola Jadi Ksatria

- Sepakbola
Rabu, 20 Jun 2007 00:25 WIB
Jakarta - Di lakon pewayangan, Kresna, Arjuna dan Gatot Kaca adalah ksatria pilih tanding. Ponaryo Astaman, Elie Aiboy dan Bambang Pamungkas diharapkan merepresentasikan kesaktian para ksatria itu di lapangan hijau.Terinspirasi para ksatria legendaris bangsa Indonesia, Ponaryo, Elie dan Bambang menjadi ikon tim Indonesia jelang Piala Asia 2007. Harapan besar pun digantungkan pada tiga pilar tim Merah Putih itu untuk mengantar Indonesia berjaya di turnamen sepakbola paling bergengsi di benua ini.Sebagai kapten yang memimpin kawan-kawannya menundukkan semua lawan, Ponaryo Astaman menjadi representasi Kresna -- tokoh dalam epos Mahabarata yang dikisahkan merupakan perwujudaan Dewa Wisnu sekaligus raja yang bijaksana, sakti dan memiliki wibawa.Akurasi memanah yang tiada tanding dari Arjuna diharapkan bisa diperankan dengan baik oleh Bambang Pamungkas sebagai ujung tombak serangan Indonesia menggedor pertahanan lawan dan mengukir gol demi gol. Sementara totalitas, semangat pantang menyerah dan tak kenal rasa takut milik Gatot Kaca terlahir kembali pada diri Elie Aiboy.Adakah ketiga pemain itu terbebani mengingat tiga tokoh yang diasosiasikan pada mereka adalah karakter super budaya Indonesia itu?"Saya diasosiasikan sebagai Kresna tak masalah, tidak terbebani, tapi justru exited," sahut Ponaryo seusai launching kostum timnas di Gelora Bung Karno, Selasa (18/6/2007)."Sebagai kapten saya kan dipilih pelatih dan teman-teman, bukan kehendak pribadi saya. (Jabatan) kapten merupakan kepercayaan dari pelatih, itu tandanya didukung," lanjut gelandang Arema Malang itu.Hal senada terlontar dari Elie Aiboy. Meski berasal dari Papua, winger 28 tahun ini justru terlihat antusias dengan penokohan Gatot Kaca pada dirinya."Yang saya tahu dia itu lincah, gesit dan 'licik'. Itu akan saya coba praktekkan di atas lapangan nanti. Sayap kanan atau kiri akan saya mainkan dan berusaha menembus pertahanan lawan dari sisi lapangan," seru eks pemain Persija dan FC Selangor itu.Beda lagi dengan Bambang Pamungkas yang terus terang mengaku tak paham soal pewayangan. Tapi sebagai striker, pemain milik Persija Jakarta itu siap melakukan tugasnya sebagai tumpuan mencetak gol."Saya gak ngerti soal wayang, itu kan di luar lapangan. Tapi saya tahu kalau saya jadi tumpuan," singkatnya.Disinggung mengenai kenyamanan seragam anyar tersebut, Ponaryo menyebut kostum terbarunya ini lebih baik. Keluhan jersey yang tak menyerap keringat juga tak terdengar lagi, meski konstum baru tersebut belum dipakai dalam pertandingan resmi."Terasa nyaman kok. (Walau belum dipakai bertanding) kan dalam sesi pemotretan iklan kostum ini dipakai dari jam delapan pagi sampai jam delapan malam. Itu kan sudah lebih," jawab Ponaryo.

(din/mel)