ADVERTISEMENT

Jelang Piala Asia

4-3-3, Menjanjikankah?

- Sepakbola
Kamis, 21 Jun 2007 11:55 WIB
Jakarta - Tak ada yang menyangkal jika Timnas senior disebut kalah kelas dengan lawan-lawannya di grup D. Formasi 4-3-3 gaya Ivan Kolev pun dipertanyakan keampuhannya menyaingi serangan lawan.Formasi 4-3-3 memang menjadi andalan Kolev. Penempatan tiga gelandang dan tiga penyerang mengindikasikan gaya ini sangat cocok untuk sistem sepakbola menyerang.Bisa jadi Kolev adalah penganut paham 'good offence is good defence', namun dalam kasus Timnas senior ada sedikit kekhawatiran tersendiri.Ya, kekhawatiran muncul ketiga tiga gelandang, yang biasanya diisi Ponaryo, Mahyadi Panggabean dan Firman Utina, dianggap kalah bersaing dengan barisan gelandang Bahrain, Korea Selatan dan Arab Saudi. Sebut saja nama Khaled Aziz (Arab Saudi), Kim Do-Heon (Korea Selatan) dan Adel Abbas (Bahrain). Ketiganya sudah malang melintang di sepakbola level internasional. Sepak terjang mereka di level klub dan timnas pun sudah diakui banyak pihak.Belum lagi strategi pelatih Korsel, Bahrain dan Arab Saudi yang pastinya ingin memetik kemenangan. Ingat pula bahwa target mereka di ajang empat tahunan ini adalah menjadi juara.Kondisi ini diperkirakan membuat lini belakang timnas akan semakin kewalahan. Duet Maman Abdurrahman dan Charis Yulianto yang diapit M Ridwan dan Ricardo Salampaesy kadang tampil apik, namun tak jarang pula gampang kecolongan. Tak pelak, Kiper Jendri Pitoy menjadi andalan terakhir di bawah mistar, selain trio Bambang Pamungkas, Budi Sudarsono dan Elie Aiboy yang diharapkan bisa mencetak gol demi gol di setiap pertandingan.Padu padannya Ponaryo cs juga belum terlihat jelas di beberapa laga ujicoba. "Komunikasi dan kerjasama masih kurang bagus," sebut Kolev beberapa waktu lalu.Kesimpulannya, timnas Indonesia dalam posisi tersudut. Namun bukan berarti tidak bisa terlepas dari tekanan. Kolev pun yakin dengan performa skuad dan strategi yang dimilikinya"Kami akan menjalankan pertandingan seperti program latihan," tegas Kolev kemarin.Satu lagi, dukungan dari 220 juta masyarakat Indonesia juga patut dikedepankan. Modal semangat Ponaryo cs untuk membuat kejutan, yaitu lolos dari fase grup untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan di Piala Asia, juga cukup menggelora.Toh di sepakbola, semuanya itu mungkin. Dan slogan 'Ini Kandang Kita!' juga bisa menjadi modal untuk tidak membuat malu di rumah sendiri.

(ian/a2s)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT