PSSI Ngotot Tak Mau Munaslub

PSSI Ngotot Tak Mau Munaslub

- Sepakbola
Rabu, 31 Okt 2007 21:28 WIB
PSSI Ngotot Tak Mau Munaslub
Jakarta - Nurdin Halid masih akan bertahan di posisinya karena PSSI bersikeras tidak akan menggelar Munaslub untuk mencari pengganti. Selain karena posisi Nurdin dinilai tidak menyalahi aturan FIFA, pihak klub juga diklaim tidak memiliki keinginan untuk menggelar Munaslub."Munaslub tidak akan ada kalau tidak ada permintaan dari klub. Dan Exco tidak akan menggelar munas atau munaslub," ungkap Sekjen PSSI Nugraha Besoes dalam konferensi pers di kantor PSSI, Rabu (31/10/2007).Isu bakal digelarnya munaslub mengemuka saat pengadilan menolak kasasi Nurdin yang mengharuskannya masuk bui. Wacana tersebut kembali naik ke permukaan hari ini menyusul maraknya pemberitaan soal instruksi FIFA agar PSSI mencari ketua umum baru.Terkait dengan hal tersebut, Nugraha dengan tegas membantahnya. Yang terjadi adalah FIFA meminta PSSI nelakukan perubahan pada statutanya bulan Juni lalu dan masalah itupun sudah diselesaikan."Bulan Juni PSSI menerima surat dari FIFA untuk menyelesaikan masalah organisasi, yang isinya minta adalah supaya kita memperbaiki statuta, khususnya tentang jumlah peserta kongres dan tata cara pemilihan kepengurusan," ungkap pria yang akrab disapa Kang Nug itu.Dalam surat FIFA pada PSSI tertanggal 1 Juni 2007, otoritas sepakbola dunia itu tak cuma mempersoalkan jumlah peserta dan tata cara kongres dalam pemilihan ketua umum. FIFA juga menganggap PSSI telah menyalahi statutanya sendiri karena melakukan pemilihan ketuan umum di luar jadwal (harusnya baru 2008). FIFA pun meminta PSSI mengadakan pemilihan ulang.Disebutkan Nugraha, setelah Sepp Blatter menyerahkan masalah tersebut pada AFC dalam lawatannya ke Jakarta di Piala Asia lalu, pihak PSSI sudah mengadakan pertemuan dengan Mohammed Bin Hammam (Presiden AFC). Dalam pertemuan di Malaysia itulah Hammam secara lisan mempersilakan PSSI melanjutkan kepengurusannya."Bulan September PSSI ke Malaysia untuk bertemu Mohammed Bin Hammam, di sana Hamam menyatakan hal tersebut tidak perlu dibahas lagi dan kepengurusan PSSI dipersilakan jalan. Statuta itu akan diratifikasi pada 2011 (munas berikutnya)," lanjut Nugraha.Pernyataan Nugraha bahwa statuta tersebut baru akan diratifikasi pada 2011mengundang kejanggalan. Jika memang baru akan diratifikasi pada munas berikutnya, maka pemilihan Nurdin pada bulan April lalu bisa dibilang tanpa memiliki dasar.Saat ditanya kenapa Komite Asosiasi FIFA masih mengusulkan masalah Indonesia untuk dibahas oleh Komite Eksekutif dalam rapat FIFA di Zurich, 29-30 Oktober kemarin, padahal FIFA sudah menyerahkan masalah tersebut pada AFC dan Hammam telah merestui PSSI terus berjalan, itu dinilai sebagai sebuah hal yang wajar."Itu hal biasa Komite Asosiasi mengusulkan masalah untuk dibahas di rapat Komite Eksekutif. Tapi selanjutnya itu belum tentu diambil (dibahas) oleh Komite Eksekutif. Dan hasil rapat itu cuma menjatuhkan hukuman pada Kuwait, Iran Peru dan Republik Afrika Tengah. Tak ada khusus menunjuk masalah Indonesia," imbuh anggota Komite Eksekutif PSSI, Mafirion. (din/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads