Pemain PSMS 2 Bulan Tak Gajian

Pemain PSMS 2 Bulan Tak Gajian

- Sepakbola
Selasa, 06 Nov 2007 16:10 WIB
Medan - Karena dua bulan tidak gajian, sejumlah pemain dan dan suporter PSMS Medan melakukan aksi demonstrasi. Pemerintah setempat diminta ikut memperhatikan nasib mereka atau PSMS terancam tak bisa ikut kompetisi lagi.Massa yang mendatangi kantor Walikota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Selasa (6/11/2007), berjumlah sekitar 100 orang. Mereka terdiri dari pemain dan suporter yang tergabung dalam 'Kampak' (Kesatuan Anak Medan Pendukung Ayam Kinantan). Dalam aksinya, mereka memainkan musik dan lagu-lagu mars PSMS.Dalam orasinya mereka menuntut Pemko Medan dan pengurus klub untuk membayarkan gaji dan dana operasional bulan September dan Oktober senilai Rp 1,2 miliar, yang belum dibayarkan.Tidak dikucurkannya dana itu akan berpengaruh terhadap prestasi PSMS. Padahal saat ini posisi tim berjuluk "Ayam Kinantan" itu cukup baik, urutan kelima Liga Djarum Indonesia dan masuk delapan besar Copa Dji Sam Soe."Kita minta manajemen klub untuk menyediakan dana yang dibutuhkan agar PSMS bisa melanjutkan pertandingan dalam liga," kata Usman, salah seorang suporter.Tidak mengalirnya dana yang dibutuhkan PSMS untuk gaji pemain dan lainnya, sejauh ini membuat jadwal latihan mulai kacau dan tidak teratur. Padahal, pada 28 November dan 2 Desember 2007 mendatang PSMS akan menjamu Semen Padang dan Persija Jakarta. "Gaji kami sudah dua bulan belum dibayar, hal ini sangat mengurangi semangat," kata Mbom Julian, pemain asing asal Liberia.Tidak mengalirnya uang juga menyebabkan menu makanan untuk para pemain tidak lagi seperti biasa. Lima pemain asing dan 22 pemain lokal berharap kepastian pembayaran gaji dan kejelasan masa depan PSMS. Menanggapi tuntutan pemain dan suporter PSMS ini, wakil walikota Medan selaku ketua harian PSMS Medan berjanji akan mencarikan dana Rp 200 juta yang akan diberikan dalam dua hari ini. Sementara kekurangan Rp 1 miliar lagi, diharapkan dapat ditanggulangi Walikota Medan, Abdillah selaku ketua umum PSMS.Hingga saat ini PSMS masih terancam tidak dapat melanjutkan kompetisi karena krisis dana. Setiap bulan PSMS butuh dana Rp 700 juta untuk gaji para pemain dan biaya operasional. Sementara alokasi dana yang selama ini berasal dari APBD Kota Medan dihentikan mulai tahun depan. (rul/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads