Krisis Keuangan, Persis Dijual?
Kamis, 08 Nov 2007 22:33 WIB
Solo - Satu lagi klub Liga Indonesia mengalami krisis keuangan. Adalah Persis Solo yang diterjang masalah tersebut yang membuka kemungkinan klub tersebut dijual.Menjual klub sebenranya cuma salah satu opsi yang tersedia untuk menyelamatkan Persis dari krisis keuangan. Pilihan lain adalah membuka dompet sumbangan untuk mendapatkan suntikan dana segar untuk membantu biaya operasional tim dan pembayaran gaji pemain yang tersendat.Demikian disampaikan Ketua Umum Persis, Hadi Rudyatmo, seusai rapat pengurus Persis dengan pihak Pemerintah Kota Surakarta untuk membahas krisis keuangan Persis di rumah dinas Walikota Surakarta, Kamis (8/11/2007) petang.Kesulitan keuangan yang dialami Persis muncul karena dana utama dari APBD Kota Surakarta yang semula diusulkan Rp 15,5 miliar hanya disetuji Rp 10 miliar. Usaha menutupi kekurangan dengan menjaring donatur juga sulit dilakukan.Padahal saat ini Persis setidaknya membutuhkan dana sekitar Rp 1 miliar untuk membayar pemain, pelatih dan pengurus serta Rp 1,7 miliar untuk operasional empat kali main tandang ke Balikpapan, Bontang, Minahasa dan Ternate.Seusai pertemuan, manajer Persis Waseso mengatakan untuk pekan ini seluruh gaji akan terbayarkan. Uangnya didapatkan dari pengurus dan sumbangan sejumlah pihak. Namun demikian pihak pengurus masih punya beban mencari dana untuk kebutuhan operasional berikutnya.Sedangkan Hadi Rudyatmo mengatakan akan menempuh berbagai kemungkinan untuk mendapatkan dana setelah dilarang menggunakan dana APBD. Sejumlah alternatif sudah digagas diantaranya membuka dompet peduli maupun upaya menjalin kerjasama dengan perusahaan."Tanggung jawab kami terdekat adalah merampungan seluruh pertandingan pada kompetisi liga tahun ini. Tahun depan, jika semua upaya yang ditempuh telah menemui jalan buntu, tidak tertutup kemungkinan Persis kita jual. Yang penting Persis harus tetap ada," ujar Ketua Umum Persis yang juga Wakil Walikota Surakarta.Sementara itu Walikota Surakarta, Joko Widodo, menyatakan komitmen untuk mendukung Persis. "Akan kita upayakan terus mencarikan dana bagi Persis tanpa harus melalui APBD. Secara historis maupun ketersediaan fasilitas yang ada di kota ini, Rasanya malu kalau Solo tidak punya kesebelasan tangguh," ujarnya. (mbr/din)











































