Klub Ligina Ancam Mundur

Klub Ligina Ancam Mundur

- Sepakbola
Kamis, 15 Nov 2007 21:47 WIB
Tangerang - Ketergantungan klub Liga Indonesia terhadap kucuran dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sepertinya masih teramat besar. Tak lagi disokong oleh APBD musim depan, ancaman mundur pun disuarakan.Ancaman mundur itu disuarakan oleh sekitar 24 perwakilan klub divisi utama Liga Indonesia dalam acara Rapat Terbatas Kepala Daerah, Ofisial dan Pengurus Klub Sepakbola Peserta Liga Indonesia XIV Tahun 2008, di gedung Walikota Tangerang, Banten, Kamis (15/11/2007).Rencananya klub-klub Liga Indonesia (ligina) tidak bakal lagi mendapat jatah dalam APBD dari daerahnya masing-masing mulai musim depan. Namun hal itu ditentang para peserta rapat, salah satunya karena regulasi Permendagri yang mengatur soal tersebut, dinilai multi interpretatif.Selain itu, mayoritas klub-klub ligina juga diyakini belum mampu mencari sendiri dana dalam mengikuti kompetisi. "Sepakbola kita tidak seperti di luar negeri, di sini tergantung APBD. Tanpa APBD yang ikut kompetisi paling hanya diikuti lima atau enam tim," ujar Ketua Umum Persija Jakarta, Toni Tobias Mahali.Dalam mencari sponsor secara mandiri pun klub diyakini bakal kesulitan karena terbentur regulasi. "kalau ingin mandiri, regulasi perlu diubah. Selama ini (dana dari) sponsor didominasi PSSI," tukas manajer Persib Bandung, Yossi Irianto. "Kita cuma (dana sponsor) sisanya saja," imbuh Toni.Hal itupun membuat pertemuan tersebut merumuskan beberapa sikap, di mana salah satunya berbunyi tidak akan mengikuti kompetisi ligina 2008 apabila tidak didukung APBD. Sebagai tambahan, mereka pun bakal membentuk tim perwakilan untuk berkoordinasi dengan PSSI yang bakal mendesak Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk merevisi Permendagri 59 Tahun 2007 jo Surat Edaran Mendagri Nomor 900/2677/SJ. Permendagri itu mengatur tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.Tim perwakilan itu rencananya bakal menemui mendagri sekitar sepekan ke depan. Kalau revisi tidak disetujui, "Ya kita mundur," tandas Walikota Tangerang sekaligus Ketua Umum Persita Tangerang, Wahidin Halim, yang menggagas pertemuan tersebut. (krs/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads