Dalam forum rapat, bahkan hanya manajer Persitara Jakarta Utara, M. Taufik, yang sempat melontarkan soal munaslub. "(Benahi) Organisasi dulu, dorong untuk munaslub," tutur Taufik ketika itu.
Hasilnya, pernyataan sikap yang lahir dalam pertemuan itu memang sama sekali tidak menelurkan dorongan untuk menggelar munaslub, melainkan hanya menyoal seputar APBD. Meski begitu, ada poin yang menyebutkan "mendesak kepada PSSI untuk mengambil langkah-langkah cepat pembenahan organisasi, sistem kompetisi dan regulasi kompetisi".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Usai pertemuan, saya ditelepon pak Wahidin Halim (Walikota Tangerang sekaligus Ketua Umum Persita Tangerang yang menggagas pertemuan tersebut), dia bilang, 'pak Taufik, tadi apa yg disampaikan bapak sudah masuk dalam poin kita'. Saya kira dalam pernyataan sikap, itu diperhalus saja," lanjut Taufik.
Maka tak ayal Taufik pun yakin seratus persen kalau pada prosesnya munaslub akan jadi kenyataan. "Saya yakin munaslub akan terjadi."
Munaslub tampaknya memang sudah harus jadi pilihan utama. Hal itu tercermin dari keinginan besar para peserta jajak pendapat detiksport. Dari 4452 peserta, sekitar 71,45 persennya (3181 orang) ingin agar PSSI memiliki pengurus baru dengan cara segera melakukan pemilihan ulang.
Sementara 27,04 persen (1204 orang) ingin agar organisasi sepakbola Indonesia tak lagi dipimpin oleh Nurdin Halid dan mendaulat ketua baru. Hanya 1,5 persen (67 orang) pemilih yang tidak setuju dengan munaslub.
(krs/din)











































