Pemain Tak Digaji, Suporter dan Pemain Persid Demo

Pemain Tak Digaji, Suporter dan Pemain Persid Demo

- Sepakbola
Jumat, 30 Nov 2007 16:03 WIB
Jember - Didukung oleh puluhan suporternya, pemain dan ofisial Persid Jember menggelar demo di depan Pendopo Kabupaten Jember, Jumat (30/11/07) siang, menuntut pelunasan gaji mereka.

Disebutkan bahwa selama tiga bulan gaji untuk 28 pemain lokal dan empat pemain asing klub anggota Divisi Satu Liga Indonesia itu belum dibayarkan.

"Total untuk pemain lokal sekitar Rp 130 juta yang belum dibayarkan. Jika hingga Desember itu tidak dibayar, kami tidak akan bertanding dalam Piala Gubernur (Jawa Timur)," cetus kapten tim A. Rahman Saleh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditambahkan Rahman, masalah ini telah mempengaruhi moral para pemain sehinggaΒ  permainan di lapangan menjadi tidak maksimal. Ia juga berharap Bupati Jember MZA. Djalal lebih memperhatikan Persid.

"Kami minta ada perombakan manajemen karena manajemen yang sekarang tidak transparan bahkan untuk dihubungi saja sulit," lanjutnya.

Selama tiga bulan terakhir, para pemain, pelatih dan ofisial masih bisa sabar. Namun mereka telah berkomitmen jika hingga akhir tahun gaji mereka tidak dibayar, maka mereka takkan mengikuti pertandingan apapun. Bahkan tiga pemain dikabarkan telah hengkang ke Persewangi Banyuwangi.

Suporter yang tergabung dalam Panser (Pasukan Suporter Jember) juga meminta agar manajemen Persid yang sekarang diaudit. "Harus ada audit internal agar lebih baik. Manajemen baru yang akan dipilih juga harus dites dulu. Yang pasti mereka harus mempunyai niat memajukan Persid dan bukan malah merusak," tegas Mulyanto, koordinator Panser.

Mulyanto menambahkan, anggaran APBD untuk Persid tahun 2007 ini sebanyak Rp 5 miliar. "Kalau untuk membayar gaji pemain saja cukup. Kenapa harus berlarut-larut begini," tegasnya.

Meski berdemo dan berorasi di depan pendopo Kabupaten, para pendemo itu tidak ditemui siapapun.

(a2s/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads