Semifinal Piala Presiden 2026 yang Aman dan Seru!

Semifinal Piala Presiden 2026 yang Aman dan Seru!

Yanu Arifin - Sepakbola
Rabu, 05 Agu 2026 06:30 WIB
Laga semifinal Piala Presiden 2026 antara Persib vs Persija di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026).
Foto: Dokumentasi Piala Presiden 2026
Jakarta -

Semifinal Piala Presiden 2026 sudah digelar. Rangkaian pertandingan berjalan aman dan seru, sesuai yang diharapkan.

Semifinal Piala Presiden 2026 digelar di Bali pada Selasa (4/8). Stadion Kapten I Wayan Dipta jadi arena dua pertandingan sarat gengsi.

Empat raksasa saling bentrok di semifinal. Persib Bandung vs Persija Jakarta, dan Persebaya Surabaya vs Arema FC digelar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua El Clasico Indonesia itu berlangsung sengit. Persib vs Persija yang digelar lebih dulu, menyajikan partai menarik.

Persib dan Persija saling berbalas serangan sejak menit awal. Maung Bandung bisa unggul lebih dulu di menit ke-22, lewat gol Uilliam Barros, memanfaatkan skema sepak pojok.

ADVERTISEMENT

Enam menit berselang, Persib bisa menggandakan skor. Balsa Sekulic, rekrutan barunya, kembali unjuk gigi lewat eksekusi penalti yang tenang, usai sebelumnya pemain Persija Kerim Memija handsball, yang terkonfirmasi VAR.

Persija, yang coba bangkit, banyak menekan Persib setelahnya. Pasukan Shin Tae-yong akhirnya baru bisa menjebol gawang rivalnya di menit ke-86, lewat Kwon Chang-hoon. Skor 1-2 untuk kekalahan Macan Kemayoran atas Persib menjadi hasil akhir.

Di laga selanjutnya, Persebaya vs Arema juga tak kalah sengit. Laga penuh drama, dari kartu merah hingga gol dianulir.

Di babak pertama, Arema sempat bikin gol lewat Johan Farizi namun dianulir. Kemudian, Arema juga sempat kena kartu merah usai Matheus dan Conceicao Nascimento dianggap melanggar Miguel Pereira. VAR menganulirnya, Arema selamat.

Persebaya, yang banyak ditekan, malah bisa unggul di akhir babak pertama. Yuran Fernandez merobek gawang Arema lewat sundulan, membawa skor jadi 1-0 saat turun minum.

Di babak kedua, Arema yang coba mengejar malah kena apes. Kartu merah betulan diterima Singo Edan pada menit ke-66, usai Diego Luiz Nandis diusir karena melanggar Miguel Pereira. Tak terganggu meski bermain dengan 10 orang, Arema bisa menekan Persebaya di sisa waktu, namun urung bikin gol. Persebaya akhirnya tetap menang 1-0.

Final Piala Presiden 2026 akhirnya mempertemukan Persib Bandung vs Persebaya. Stadion Kapten I Wayan Dipta masih dipilih jadi venue, yang tujuannya menghadirkan kompetisi dengan aman dan menghibur.

Karena Kompetisi Harus Aman

Lokasi pemilihan semifinal Piala Presiden 2026 sempat jadi sorotan, usai dipindah dari Surabaya ke Bali. Alasannya adalah faktor keamanan.

Pemilihan Bali bukan asal tunjuk. Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, memutuskannya secara langsung dalam konferensi pers di Surabaya, Minggu (2/8) lalu.

Di depan hadirin, Bang Ara, yang mengusulkan Bali, coba meminta persetujuan kepada Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Lewat sambungan telepon, ia meminta izin agar laga digelar di Pulau Dewata, yang kemudian dikabulkan.

"Semifinal dan final sesuai arahan Erick tempatnya adalah di Bali. Pak Pieter Tanuri (Bos Bali United) ada di situ, tidak tertekan kan Pak Pieter?" tanya Maruarar bercanda.

"Saya setuju. Di PSSI tidak ada tekan-menekan, semua kompromis," balas Erick Thohir.

Empat tim yang bertanding yakni Persib, Persija, Persebaya, dan Arema memang dikenal punya basis suporter militan. Tensi panas yang tersaji dikhawatirkan memicu gesekan antarpendukung.

Tentu hal itu harus dihindari. Selain bakal merusak atmosfer kompetisi sesungguhnya yang akan datang, Super League 2026/2027, Piala Presiden 2026 juga ingin mengampanyekan semangat damai dan aman. Untuk alasan itu, laga digelar di Bali.

"Nomor satu tentu saja kami memikirkan keamanan. Bagi kami di kepanitiaan, nomor satu adalah keselamatan. Keselamatan penonton, keselamatan suporter. Saya, Pak Arya (Sinulingga), dan seluruh kepanitiaan, selalu beranggapan menonton sepak bola itu harus aman, harus nyaman, harus tenang, dan harus bahagia," jelas ketua Organizing Committe (OC) Piala Presiden 2026 Tsamara Amany.

Sebanyak 1.200 lebih personel polisi di Bali tetap diterjunkan mengawal gelaran semifinal Piala Presiden 2026. Hasilnya, dua laga yang dimainkan bisa berjalan dengan aman dan tetap seru.

Usai pertandingan melawan Persib, bek Persija Pratama Arhan juga menekankan pentingnya perdamaian. Ia tak memperlihatkan kerisauan soal absennya suporter saat ini, dan terus berharap ke depannya suporter bisa tetap saling rangkul di luar pertandinga.

"Ya saya berharap rivalitas hanya di lapangan saja, karena di luar kita juga saling teman, saling sapa, kita seperti sahabatlah," katanya usai laga.

"Dan untuk suporter, saya juga berharap mereka bisa seperti pemain. Rivalitas cuma 90 menit di lapangan, ke depannya bisa layaknya sahabatlah," katanya.

Mengingat suksesnya semifinal Piala Presiden 2026 digelar, laga final diprediksi bisa mencapai ekspektasi serupa. Hiburan rakyat yang aman dan seru ini jelas menjadi poin plus dari penyelenggaraan turnamen, yang juga terus meningkatkan kualitasnya.

Piala Presiden 2026 tetap mengusung misi membangun ekosistem sepakbola yang sehat. Di antaranya membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkembang, penerapan kompetisi yang fair play lewat teknologi VAR, laporan keuangan yang transparan dan teraudit rapi oleh PriceWaterCooper (PwC), hingga peningkatan prestasi bagi tim pesertanya, termasuk hadiah juara Piala Presiden 2026 yang naik menjadi Rp 8 miliar.



(yna/nds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads