Adalah Cristian Gonzales yang menjadi pahlawan tuan rumah dalam laga big match tersebut. Kedua gol kemenangan Persik diciptakan oleh stiker Uruguay itu masing-masing di menit 15 dan 39.
Gol pertama lahir setelah Gonzales lolos dari jebakan offside yang dipasang oleh trio pemain belakang PSIS, Maman Abdurahman, M. Ridwan, dan Zoubairoe. Sementara Gol kedua diciptakannya dengan sepektakuler, melalui tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti dalam kawalan ketat dari 5 pemain PSIS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di babak pertama PSIS bukannya tanpa peluang. Beberapa kali striker Julio Lopez mendapatkan kesempatan mencetak gol. Namun penyelesaian yang buruk membuat skor pertandingan tak berubah.
Memasuki babak kedua tempo pertandingan cenderung turun. Persik yang sudah unggul justru lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik.
Hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh PSIS yang mencoba bermain lebih sabar dengan perpindahan bola yang taktis. Namun lagi-lagi karena penyelesaian yang buruk PSIS gagal mendapatkan gol yang bisa merubah hasil pertandingan.
"Persik bermain lebih baik dan lebih berkembang. Apalagi kondisi pemain saya juga kurang baik," ungkap Pelatih PSIS, Sartono Anwar, usai pertandingan.
Sementara Pelatih Persik, Daniel Roekito meski bersyukur dengan kemenaangan ini, namun dia menyesalkan tindakan anak asuhnya yang menurunkan tempo pertandingan pada babak kedua.
"Mereka cenderung mengamankan kemenangan, dan ini yang saya sesalkan. Sebenarnya kami dapat menambah kemenangan," keluh Daniel Roekito.
Meski mendapatkan kemenangan posisi Persik di klasemen sementara belum berubah, duduk di posisi empat klasemen dengan 53 poin dari 31 pertandingan. (din/ian)











































