Pada partai di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang itu, Minggu (6/1/2008), PSMS melakukan aksi "berdiam diri" di penghujung babak kedua extra time, menyusul insiden offside yang mereka klaim atas gol ketiga Sriwijaya.
Perpanjangan waktu dilakukan karena hingga 2 X45 menit Sriwijaya unggul 2-0 lewat gol Renato Elias (menit 8) dan Keith Gumbs Kayama (55), tapi secara agregat masih imbang 2-2 -- PSMS menang 2-0 di leg pertama di Medan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gol tersebut langsung memicu reaksi keras dari para pemain PSMS yang langsung melakukan protes terutama pada asisten wasit Fahrizal M. Kahar, yang tidak mengangkat bendera offside saat Kayamba menguasai bola.
Karena protes tak digubris, dan skor pun berubah menjadi 3-0, kubu "Ayam Kinantan" meneruskan aksinya bertahan di lapangan tapi tidak "bermain". Semua pemain tak bereaksi alias membiarkan pemain Sriwijaya memainkan bola sesuka hatinya.
Dalam kondisi tersebut terang saja tak ada aral yang merintangi Sriwijaya mencetak gol lagi. Gol "pemberian" PSMS itu diciptakan Christian Lenglolo, sekaligus menyudahi duel berbumbu dagelan itu dengan skor 4-0.
Dengan demikian Sriwijaya berhak tampil di babak semifinal dan akan menghadapi Pelita Jaya, yang sukses menyingkirkan Persita Tangerang. Partai semifinal lain mempertemukan Persija Jakarta dengan Persipura.
Babak semifinal dan final digelar di Stadion Gelora Utama Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 10 dan 13 Januari mendatang.
(a2s/arp)











































