Bertarung di bawah tekanan suporter Persija yang mendominasi Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (10/1/2008), Persipura tampil taktis dan efisien. Melalui trigol Beto, tim dari ujung timur Nusantara itu menang dengan skor akhir 3-2.
Kemenangan itu disambut sukacita pelatih Persipura, Raja Isa. “Kemenangan ini adalah hadiah untuk anak perempuan saya,” ungkap pelatih berkebangsaan Malaysia dalam acara konferensi pers seusai pertandingan tanpa menyebut usia sang putri.
Raja Isa sendiri menyebut bahwa Persija yang mereka pecundangi bukanlah tim kacangan. “Mereka tim yang bagus. Hanya saja mereka over confident,” nilai Raja Isa tentang tim racikan coach Sergei Dubrovin tersebut.
Tentang kemenangan timnya, Raja Isa tak menyebutkan adanya resep khusus. Ia hanya menerapkan serangan balik karena menyadari timnya unggul fisik.
Hattrick yang dibuat oleh Beto membuatnya menjadi pahlawan Persipura sore ini. Namun Raja Isa tak mau menyebut kemenangan itu karena peran Beto semata. “Ini kemenangan tim. Saya tak mau mengekploitasi Beto,” ujar Raja Isa tentang pemain bernama asli Alberto Goncalves itu kemudian.
Siap menghadapi final, Persipura? “Siapa pun lawannya, baik Sriwijaya maupun Pelita Jaya itu tim yang bagus. Kami siap mengahadapi keduanya,” tegas Raja Isa.
Ketenangan yang sama juga diungkapkan oleh Jendry Pitoy, kiper Persipura. “Bola itu bulat. Semua bisa terjadi,” tandas Jendry kepada detiksport dengan santai di kawasan mixed zone. (arp/arp)











































